Wali Nagari Kabupaten Agam Siapkan fasilitas Isolasi Warga Pendatang

Ruang isolasi yang disiapkan oleh Wali Nagari bersama masyarakat, untuk memutus mata rantai covid-19 bagi warga pendatang disipakan ruangan ini/Foto medgo.id

Agam, (MEDGO.ID) – Wali Nagari berusaha memutus penyebaran virus covid-19, masyarakat dan Satgas Covid-19 Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membuat POS penjagaan dan portal di pintu masuk Nagari. Setiap pengunjung yang datang dan masuk ke Nagari didata dan harus disemprot dengan cairan desinfektan barulah diizinkan masuk.

Pemerintah Nagari Parik Panjang, juga menyediakan tempat Isolasi mandiri untuk para perantau yang memutuskan pulang kampung ditengah Pandemi Covid-19 ini.

Walinagari Parik Panjang Yashar, SH. didampingi Bamus Nagari Parik Panjang Dedi Herico mengatakan. “Ruang isolasi tersebut adalah gedung MDA yang berada di Jorong Mudiak Sawah Nagari Parik Panjang, dengan 4 ruangan berukuran 5×5 meter, lengkap dengan tempat tidur, 1 ruang serbaguna dan kamar mandi”, saat di konfirmasi Medgo.id, Kamis (23/04).

Walin Nagari Parik Panjang saat diwawancari wartawan medgo.id /foto dok medgo.id

MDA ini sengaja dimanfaatkan sebagai tempat isolasi, karena para santri dan santri wati melaksanakan kegiatan mengaji dan belajar ilmu Agama di rumah masing masing. Khusus untuk perantau atau warga yang telah melakukan perjalanan jauh, terlebih dahulu harus memeriksakan kesehatan diri ke Puskesmas Matur,  setelah itu barulah dilakukan isolasi mandiri di tempat tinggal masing masing.

Bangunan ini sudah di persiapkan untuk masyarakat yang pulang kampung saat pandemi, dikarenakan tidak bisa melakukan isolasi mandiri dirumah, sebab banyaknya penghuni atau perantau pulang kampung lebih dari 1 orang per rumah. Yang tidak kalah penting, fasilitas ini lebih di prioritaskan untuk warga yang kurang mampu.

Selain itu pihaknya juga akan mencukupi kebutuhan sehari-hari warga yang lakukan isolasi di MDA, hal itu dilakukan agar mereka tidak pergi keluar bangunan. Selama isolasi perantau memang tidak diperbolehkan keluar, semua kebutuhannya telah disediakan. Dan juga selalu dilakukan pemantauan perkembangan kesehatan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nagari.

“Kita juga berharap, adanya kunjungan dan peran serta Dinas Kesehatan maupun Puskesmas untuk melakukan kontrol dan pengecekan berkala ke tempat karantina kami ini, agar diketahui perkembangan data medis kesehatan peserta karantina”, Tutup Walinagari. (Hendra Firmanto)

Editor : Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here