Walikota Marten Taha  Dapat Kehormatan Sebagai Pembicara Utama pada Kegiatan CRIC

Walikota Gorontalo Marten Taha
Walikota Gorontalo Marten Taha saat Sebagai Pembicara Utama pada Kegiatan CRIC di Jakarta, pada Rabu (30//01) (Foto KP)

Jakarta, (MEDGO.ID) – Walikota Gorontalo, Marten Taha, SE., M.Dev, kembali memperoleh kehormatan untuk menjadi pembicara Utama di kegiatan CRIC, hari ini, Kamis (30/01).

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Balai Agung Jakarta City Hall, Jakarta Pusat itu, Marten memberikan materi dengan tema “Overview of Waste Management at Sub-National Level” atau Tinjauan Umum Pengelolaan Sampah di Daerah.

Sesuai dengan tema atau materi yang diembankan kepadanya, Marten menyampaikan solusi penanganan sampah serta pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Seperti diketahui, Climate Resielience Inclusive Cities (CRIC) merupakan proyek yang didanai oleh Uni Eropa/European Union, dengan tujuan untuk menyatukan konsep dan program para mitra, pakar dan organisasi Uni Eropa, Asia Selatan seperti India, Nepal, dan Bangladesh), dan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

BACA JUGA :  TPU Kebon Nanas Tempat Peristirahatan Terakhir Markis Kido

Proyek lima tahunan itu dilaksanakan untuk menciptakan kota yang tangguh iklim dan inklusif. Hal ini juga digagas dengan konsep kerja sama berkelanjutan dengan kota-kota dan pusat-pusat penelitian di Eropa, Asia Selatan, dan Asia Tenggara untuk berbagi pengetahuan serta menemukan alat umum bagi kota untuk lebih tahan terhadap iklim.
Sekretaris Jendral United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG-ASPAC), Bernadia Irawaty Tjandradewi, dalam surat permintaan untuk menjadi pembicara utama, yang ditujukan kepada Walikota Gorontalo menjelaskan, proyek tersebut juga akan berkontribusi pada pengembangan perkotaan terpadu yang berkelanjutan yakni: pemerintahan yang baik, dan adaptasi / mitigasi iklim melalui kemitraan jangka panjang, dan alat-alat seperti rencana aksi lokal yang berkelanjutan, alat peringatan dini, kualitas udara dan konsultasi pengelolaan limbah dengan para ahli.

Bernadia Irawaty juga menyebut, Proyek CRIC didukung oleh Uni Eropa (UE) melalui United Cities and Local Government Asia Pasific (UCLG ASPAC) sebagai mitra pelaksana dalam kemitraan pembangunan internasional dari Eropa yaitu Pilot4Dev, ACR + ECOLISE, dan University of Paris-st Marne- a-allée, serta Lembaga Pemerintah Daerah di India (All India Local Sout Asia Government) (AIILSG), dari Asia Selatan.(Hans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here