Wabah Virus Corona, Tak Pengaruhi Warga Kota Gorontalo Galakkan Subuh Berjama’ah

Gerakan Subuh Berjamaah Warga kota Gorontalo

Kota Gorontalo, (MEDGO.ID) – Gerakan Sholat Subuh Berjama’ah (GSSB) oleh Walikota Gorontalo, Marten Taha, merupakan kegiatan keagamaan meramaikan masjid saat Sholat Subuh.

Ahad (15/03,) tadi pagi, Gerakan Sholat Subuh Berjama’ah (GSSB) berlangsung di Masjid Al-Ghazali Kelurahan Limba U-2 Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo dihadiri kurang lebih 250 Jama’ah.

Memberikan tauziah pada acara tersebut Ustadz Khalid Walid, LC, dari Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo, dengan tema “Dua Nikmat yang Sering Dilalaikan”.

Acara GSSB  turut pula dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Ishak Bakari, LC.

Pembina Ta’mirul Masjid Al-Ghazali, Masdar Uko, kepada wartawan usai acara GSSB mengapresiasi gagasan Walikota Gorontalo Marten Taha tersebut.

Menurutnya, julukan Serambi Madinah untuk Kota Gorontalo tak sebatas angan dan impian.

Aktivis kritis ini menyebut, sejak dulu sudah dicita-citakan bahwa Kota Gorontalo sebagai Serambi Madinah.

“Dan di masa pemerintahan Walikota Marten Taha, cita-cita itu sudah mulai nampak kenyataannya,” ujar Masdar.

Betapa tidak ungkap Masdar, telah banyak program di sektor keagamaan yang sudah berjalan dan sudah mulai nampak hasilnya.

“GSSB, Program 10.000 Hafidz dan Hafidzah, serta progam kegiatan keagamaan lainnya,’ ucap Masdar mencontohkan.

Program dalam sektor keagamaan juga menjadi salah satu penopang terwujudnya “SMART CITY”, dimana dalam saalah satu bagian tujuannya adalah mewujudkan kota sebagai Kota Reliji.

“Kota Reliji, berarti semua sendi kehidupan mesti bernuansa Reliji juga. Makanya program kegiatan keagamaan harus memperoleh perhatian yang sangat serius,” Ucap Masdar.

Masdar berharp, akan ada lagi kegiatan keagamaan dengan jenis lain yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

“Sebab, semakin banyak jenis kegiatan keagamaan, akan semakin nampak pula wujud nyata Kota Gorontalo sebagai Kota Reliji. Saya yakin dan percaya, semua pihak pasti akan mendukung atau mensuport semua jenis kegiatan yang bernuansa reliji,” imbuhnya penuh harap.

Menariknya, Program Gerakan Sholat Subuh Berjama’ah (GSSB) memberikan rangsangan berupa uang jajan bagi anak-anak yang Sholat Subuh Berjama’ah.

Tak cuma sebatas itu, hadiah berupa sepeda bisa diperoleh bagi yang menjalankan Sholat Subuh Berjama’ah selama empat puluh hari.

“Ada rangsangan bagi anak-anak yang rajin Sholat Subuh Berjama’ah. Selain itu juga hadiah sepeda bagi yang melaksanakan Sholat Subuh Berjama:ah selama empat puluh hari. Sungguh terobosan yang sangat luar biasa,’ pungkas Masdar. ##(Hans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here