Tiga Pemuda Deli Serdang, Pelaku Curanmor Diamuk Massa Hingga Meninggal

Deli Serdang, MEDGO.ID — Tiga pemuda terduga pelaku curanmor tewas mengenaskan hingga bersimbah darah, karena kedapatan saat hendak mencuri satu unit sepeda motor milik warga.

Lebih lanjut, Jenis sepeda motor Yamaha RX King tepatnya di Desa Namo Linting, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Jumat (28/01) Sekira Pukul 14:30 WIB.

Kejadian itu sekira Pukul 02:00 WIB, Ketiga pelaku disebut sebut merupakan warga Tembung itu menjadi bulan bulanan warga setelah tertangkap usai diburu ratusan warga, di tempat persembunyianya di salah satu dasar jurang di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang,

Dihimpun dari wartawan yang datang kelokasi kejadian, Sabtu (29/1). Kata warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan sebelum kejadian, ketiga pelaku dikabarkan datang dari arah Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna Silver dengan berbonceng tiga untuk mencari target sasaran.

“Lantas setibanya di Desa Namo Linting, Kecamatan STM Hulu, ketiga pelaku melihat satu unit sepeda motor RX King milik salah satu warga sedang terparkir di depan rumah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Operasi Pekat Otanaha I 2024: Enam Remaja Ditangkap Polresta Gorontalo Kota karena Pesta Miras di Kos

Selanjutnya, salah satu pelaku berupaya membawa kabur sepeda motor milik warga tersebut. Akan tetapi, begitu sepeda motor yang hendak dicuri berhasil di sorong ke jalan, beberapa warga yang melihat aksi ketiga pelaku langsung berteriak maling.

“Ketahuan aksinya dipergoki warga, ketiga pelaku langsung kabur tancap gas berusaha menyelamatkan diri,” katanya.

Melihat ketiga pelaku kabur, salah satu warga Desa Namo Linting langsung menghubungi Warga desa yang lain agar segera menghadang bila melihat tiga pelaku curanmor yang mengendarai sepeda motor jenis metik berbonceng tiga.

Puluhan warga Desa Penungkiren yang mendapat informasi dari warga Desa Namo Linting akhirnya berhasil menghadang ketiga pelaku yang mencoba kabur.

BACA JUGA :  Operasi Pekat Otanaha I 2024: Enam Remaja Ditangkap Polresta Gorontalo Kota karena Pesta Miras di Kos

“Namun karena ketiga pelaku melihat kerumunan warga di tengah jalan yang akan menghadang, memilih kabur ke areal perladangan warga dan meninggalkan sepeda motor nya di tengah jalan,” sebutnya.

Mengetahui ada pelaku curanmor yang kabur, malam itu juga ratusan warga yang datang dari Desa Namo Linting Kecamatan STM Hulu, Warga Desa Rambai, Desa Penungkiren dan Desa Lau Rakit Kecamatan STM Hilir serta Desa Penen, Desa Mardingding Julu, Desa Peria ria, Kecamatan Biru Biru, langsung melakukan pencarian.

“Meski pencarian malam itu belum membuahkan hasil, ratusan warga yang gerah karena kerap kehilangan sepeda motor terus melakukan pencarian hingga siang hari. Bahkan, beberapa ibu-ibu yang berdomisili di Desa Penungkiren menyediakan dapur umum sebagai persediaan makanan untuk warga yang melakukan pencarian,” jelasnya.

Sekira Pukul 14:00 WIB, ketiga pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga saat bersembunyi di salah satu lembah jurang. Tak ayal lagi, amarah warga tidak bisa terbendung. Ketiganya pun dihakimi warga hingga tewas.

BACA JUGA :  Operasi Pekat Otanaha I 2024: Enam Remaja Ditangkap Polresta Gorontalo Kota karena Pesta Miras di Kos

“Warga sudah emosi kali bang, soalnya di sekitar sini sudah puluhan sepeda motor yang hilang. Makanya warga langsung main hukum rimba,” kata sejumlah warga yang enggan menyebutkan namanya.

Saat ditanya lebih lanjut, warga pun mengaku tidak sempat menanyai identitas para pelaku karena massa sudah kian beringas.

“Namanya nggak sempat kami tanya bang, karena warga langsung main pukul. Tapi katanya mereka tinggal di Tembung,” pungkas beberapa warga.

Mengetahui ada pelaku curanmor yang tewas dihakimi massa, tak lama berselang, Kepolisian dari Polsek Talun Kemas dan Polsek Tiga Juhar tiba di lokasi.

Usai melakukan olah TKP mayat ketiga maling naas ini diboyong ke RS Bhayangkara guna keperluan otopsi.

Laporan: [GAS]