Oknum Brimob Brigpol AB Polda Maluku, Tembak Penambang Hingga Tewas

Korban Meninggal Ditempat (foto Ist)

Maluku, MEDGO.ID – Lokasi penambangan emas di gunung botak Desa persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku, kembali menelan korban.  Salah satu warga Manmede Nurlatu tewas ditembak oknum anggota Brimob Kompi III Pelopor Yon A Namlea,

Kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 13: 30 WIT,berlokasi di Air Pencoran, kolam janda. Pelaku  menembak korban dengan menggunakan senjata laras panjang sebanyak 3 kali tembakan, sehingga korban meninggal ditempat.

BACA JUGA :  Kijang Inova Rusak Berat Tabrak Beruntun Dengan Mobil Truk

Penambakan terhadap warga oleh oknum anggota brimob tersebut belum diketahui motifnya, namun sebelum kejadian naas itu,  terjadi cekcok dengan warga lain dilokasi tambang emas tersebut. Diduga  tidak mampu mengontrol emosi pelaku langsung menambak korban.

Menurut keterangan warga, “Kejadian itu berawal dari cekcok antara satu orang penambang Andi Latbual dengan oknum Brimob Brigpol AB, dari cekcok itu oknum anggota brimob sempat memukul Andi Latbual dan mengeluarkan tembakan kepada salah satu penambang.”

BACA JUGA :  Berakhir Rusuh Pasca Pertandingan Arema FC Vs Persebaya, Polisi Kewalahan Tembakan Gas Air Mata

Diketahui, “Penambang yang tewas ditembaki oknum brimob itu merupakan tokoh adat yang bernama Mede Nurlatu. Korban pada saat itu sedang membersihkan talang atau dompeng miliknya.”

Dilokasi gunung botak hanya terjadi kesalahpahaman antara warga, kemudian oknum Brimob datang dan keluarkan tembakan sehingga mengenai seorang warga sehingga mengakibatkan warga itu meninggal dunia.’’ Dan pelaku sudah berhasil diamankan,’’ Ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol, Drs Mohammad Roem Ohoirat saat dikonfirmasi media ini. Sabtu (29/1/2022).

BACA JUGA :  Rapat Konsolidasi DPD dan DPC PJS se-Kepulauan Riau, Mahmud Marhaba Paparkan Visi Misi Organisasi

Dan pelaku sudah dibawa ke Ambon untuk diperiksa secara hukum, dan bagi anggota yang melanggar hukum tidak akan kita lindungi.’’ Pungkasnya ( rdksi)