Ratusan Petani Garam Di Demak Kesulitan Garap Lahan

DEMAK, MEDGO.ID – Pada akhir bulan Mei 2021, semestinya para petani garam di Desa Kedungmutih Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sudah mulai menggarap lahannya, namun jebolnya tanggul SWD 1 telah mengakibatkan para petani garam mengalami kesulitan untuk memproduksi garam.

Salah seorang petani tambak garam, H. Noor Shohib, asal Desa Kedungmutih, menuturkan bahwa jebolnya tanggul SWD 1 di dua titik sepanjang kurang lebih 100 m, telah menyebabkan air rob masuk ke lahan garam.

”Padahal untuk membuat garam itu membutuhkan lahan yang kering. Hal inilah yang membuat ratusan petani garam belum mulai menggarap lahannya”, kata Noor Shohib.

BACA JUGA :  Kemenkumham Jamin Bantuan Hukum Bagi Petugas Pemasyarakatan Dalam Penanganan Napi Teroris

Noor Shohib menambahkan, bahwa tanggul SWD 1 yang ada bagian selatan sungai, kondisinya juga kritis karena terkena abrasi dan rob tinggi.

“Setiap tahun memang sudah ada penanganan dari pemerintah daerah tapi kerusakan selalu berpindah tempat. Satu titik sudah diperbaiki tapi di titik lain yang kritis jebol sehingga membuat air rob langsung masuk ke tambak ikan dan garam”, tandas Noor Shohib.

Terkait dengan kerugian yang ditimbulkan, Noor Shohib menuturkan bahwa kerugian petani tambak dan garam cukup besar, selain peliharaan ikan dan udang hilang karena rob, waktu penggarapan lahan garam juga mundur dan panen garam pun mundur.

BACA JUGA :  Jokowi: Jalan Tol Semarang Demak Berfungsi Ganda

”Kami mohon kepada pemerintah entah pemerintah desa, kabupaten, provinsi atau pusat bisa segera menutup tanggul yang rusak sehingga kami bisa mulai produksi garam. Kami sudah menunggu lama tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul yang rusak”, kata Noor Shohib.

Hal sama dikatakan juga dikatakan oleh Ulin Nuha. Jebolnya tanggul membuat tambaknya tidak produktif lagi selain membuat garam sulit juga tidak bisa untuk memelihara ikan dan udang. Ketika ikan udang mulai besar rob datang ikan dan udang pada hilang terbawa rob.

BACA JUGA :  88 Prajurit Satgas BKO Akan Diberangkatkan Ke Papua

”Kalau kondisinya begini terus, saya tidak mendapatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saya mohon agar tanggul yang rusak bisa segera ditutup, agar kami bisa membuat garam dengan lancar . Satu-satunya penghasilan yang utama kami adalah dari membuat garam ini”, Ujar Ulin Nuha. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here