Positif Covid-19, Ternyata Gubernur Rusli Habibie Sudah Divaksin Lengkap

Tak Hanya Gubermur Gorontalo, Istrinya Idah Syahidah Positif Covid
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat divaksin, sebelum terdapat covid-19(Foto Humas Pemprov)

Gorontalo, MEDGO.ID — Terpaparnya covid-19 Gubermur Rusli Habibie, orang nomor satu di Provinsi Gorontalo, usai melakukan tes swab PCR yang dilakukan oleh BPPOM.

Rupanya Gubernur Rusli Habibie bersama istrinya Idah Syahidah terpapar covid-19, sesuai hasil uji lab balai pengawasan obat dan makanan tersebut.

BACA JUGA :  Budaya Daerah Mulai Luntur, Fadel Khawatir Berdampak kepada Bangsa

Yang memgherankan, keduanya sudah melakukan vaksinasi lengkap tahap I dan II, yang merupakan program pemerintah secara serentak.

Kabar terpaparnya gubernur gorontalo, disampaikan langsung oleh Rusli Habibie dari kediamannya, sambil berenang santai, seolah menggambarkan bahwa dirinya dapat melalui isolasi mandiri.

BACA JUGA :  Budaya Daerah Mulai Luntur, Fadel Khawatir Berdampak kepada Bangsa

Pertanyaan warganet, apakah gubernur sudah divaksin, tentu terjab. Sebab, ia bersama istrinya Idah Syahidah sudah selesai, dengan kata lain, lengkap sudah vaksinasinya.

Tak Hanya Gubermur Gorontalo, Istrinya Idah Syahidah Positif Covid
Anggota DPR Idah Syahidah yang merupakan istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat melakukan vaksin (Foto Humas Pemprov Gorontalo)

Lantas kenapa masih terpapar Covid-19. Ini artinya, bagi yang sudah divaksin jangan ceroboh dan anggap enteng, tidak memrepkan protokol kesehatan, seperti memggunakan masker, cuci tangan dan menjag jarak tetap harus dijalankan. Karena sejak awal, lembaga berwenang sudah memyampaikan bahwa bahwa vaksin tak menjamin tertular corona.

BACA JUGA :  Budaya Daerah Mulai Luntur, Fadel Khawatir Berdampak kepada Bangsa

“Vaksin ditujukan memberikan kekebalan agar saat kita terpapar virusnya tidak jadi sakit. Tapi tidak membebaskan kita dari penularan. Jadi harus dipahami, sekalipun sudah divaksin, menjaga terpapar dengan menggunakan masker perlu dilaksanakan,” ungkap Achmad Yurianto, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI, yang dikutip dari CNN Indonesia pada (19/10/2020).(MDG)