Lomba Dayung Tradisional Sambut Idhul Fitri 2024

Batang, medgo.id – Masyarakat nelayan Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memiliki tradisi unik dalam menyambut Idhul Fitri yakni tradisi lomba dayung tradisional yang digelar di Sungai Klidang.

Lomba dayung tradisional adalah sebuah warisan tradisi yang sudah dilakukan oleh para nelayan Desa Klidang Lor selama puluhan tahun tersebut merupakan momentum dan sarana untuk menyambung tali silaturahmi.

Untuk lomba dayung tradisional Idhul Fitri 2024, yang dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, Kamis (11/4/2024), diikuti sebanyak 459 tim yang berasal dari Kabupaten Batang dan dari luar daerah Kabupaten Batang.

Kredit Mobil Gorontalo

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, saat membuka lomba, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah menyusun dan merencanakan acara ini dengan baik.

“Kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan oleh panitia adalah sebuah cerminan dari rasa cinta dan kebanggaan mereka atas warisan budaya lokal yang kita miliki. Terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan panitia yang luar biasa ini”, ucap Lani.

BACA JUGA :  Pemerintah Kabupaten Demak Jamin Biaya Premi Jamsostek JKK dan JKM Selama Setahun Bagi Puluhan Ribu Pekerja Rentan

Lebih Lanjut Lani mengutarakan bahwa lomba dayung tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita, dimana dayung tradisional sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dan budaya masyarakat Kabupaten Batang.

“Momen ini tidak hanya menjadi ajang bagi kita untuk bersaing dan menampilkan kemampuan dayung terbaik, tetapi juga untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tradisi yang kita cintai”, tandas Lani.

BACA JUGA :  Ketua Bawaslu Kendal Lantik 60 Orang Anggota Panwaslu Se Kabupaten Kendal

Lani juga mengaku bahwa dirinya sangat bangga melihat antusiasme dan semangat peserta yang mengikuti lomba dayung tradisional tersebut.

“Lomba Dayung Tradisional ini bukan hanya sebagai kompetisi semata, melainkan juga sebagai ajang mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat rasa persaudaraan diantara masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya. Saya yakin semangat sportivitas dan rasa kekeluargaan akan menjadi jiwa yang memandu setiap langkah peserta dalam setiap momen lomba”, terang Lani.

Lani juga menyebutkan bahwa Kabupaten Batang memiliki keindahan alam dan sungai yang sangat elok. Lomba Dayung Tradisional ini juga menjadi sarana promosi pariwisata yang tak ternilai harganya.

BACA JUGA :  Rumah Apung Jadi Solusi Inovatif Jangka Panjang Atasi Banjir Rob Di Wiyah Pesisir Utara Kabupaten Demak

Ia juga berpesan, bahwa peserta lomba hendaknya dapat bertanding secara sportif, menjunjung tinggi fair play dengan penuh semangat untuk meraih kemenangan, namun tetap jujur. Bila memang belum berhasil, akuilah keunggulan lawan, dengan tekad bahwa di masa mendatang akan berlatih dan berusaha lebih baik lagi.

“Semoga masyarakat dan para penonton yang datang menyaksikan lomba, bisa menjaga ketertiban dan keamanan jalannya lomba, jangan sampai ada tawuran, ingat, kita baru saja melewati bulan yang penuh perjuangan jadi jangan sia-siakan hasil dari perjuangan itu”, tegas Lani. (*17).