Mempelajari Keutamaan Shalat Tarawih dan Sejarahnya

Keutamaan shalat tarawih pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan. Memiliki hukum sunnah muakad yang apabila dilakukan akan mendapatkan ganjaran yang besar. Shalat tarawih sendiri dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau juga bisa di rumah secara munfarid.

Mempelajari Keutamaan Shalat Tarawih dan Sejarahnya
riaulink.com

Beberapa Keutamaan Shalat Tarawih Pada Bulan Ramadhan

Arti dari tarawih adalah istirahat, karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melakukan shalat empat rakaat. Pada saat akan shalat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur dulu dan hanya boleh dilakukan pada saat bulan Ramadhan saja.

Pelaksanaan Shalat Tarawih Masjid Baiturrahim Gorontalo
Pelaksanaan Shalat Tarawih Masjid Baiturrahim Gorontalo

Selain puasa wajib, pada saat ramadhan juga terdapat anjuran untuk melakukan shalat tarawih pada malam hari, seperti dalam sebuah hadis riwayat, “Barang siapa beribadah (tarawih) pada bulan Ramadhan dengan beriman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa yang telah lampau.” (HR. Bukhari, Muslim)

Tapi masih banyak orang yang belum tahu tentang keutamaan shalat tarawih yang pengerjaannya hanya di bulan Ramadhan ini. Berikut ini akan ada beberapa anjuran menjalankan ibadah ini., Jika mengetahui banyak manfaat, bisa menjadikan motivasi untuk lebih rajin beribadah lagi.

Pahala Shalat Tarawih

Jika seorang muslim mengerjakan solat tarawih berjamaah bersama dengan imam, maka akan mendapatkan pahala yang setara dengan melakukan shalat qiyamul lail satu malam penuh. Dengan begitu, apabila bisa melakukan shalat tarawih satu bulan penuh, maka akan bisa merasakan betapa besarnya pahala yang dari Allah. Belum dengan amalan lain seperti tadarus Quran setelah tarawih.

Mendekatkan Diri kepada Allah

Ketika bulan Ramadhan tiba, banyak orang berlomba-lomba membuat amal sebanyak-banyaknya. Dengan harapan dapat bisa mendekatkan diri pada Allah dan mengharapkan keberkahan. Salah satu keutamaan shalat tarawih yang lain adalah merupakan salah satu bentuk ketakwaan seorang muslim kepada Allah untuk lebih dekat lagi dengan-Nya.

Akan Mendapat Ampunan Atas Dosanya

Dalam sebuah hadis riwayat menyebutkan, “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan ajakan yang tidak keras. Beliau pernah berkata, bahwa barang siapa yang melakukan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridho dari Allah, maka akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu, selama masih ada kesempatan bertemu dengan ramadhan, sebagai umat muslim yang taat, perbanyak amalan dan selalu mengerjakan shalat malam ini.

Menyambung Tali Silaturahmi

Keutamaan shalat tarawih yang lain adalah dengan menjalankannya akan menyambung tali silaturahmi dengan saudara muslim lain secara tidak langsung. Karena silaturahmi sendiri merupakan salah satu amalan yang Islam ajarkan.

Sejarah Shalat Tarawih

Ibadah yang pengerjaannya pada malam hari saat bulan Ramadhan ini memiliki cerita bersejarah pada zaman Nabi. Sebagaimana pada zaman dahulu, shalat tarawih selalu menjadi ibadah yang rutin Nabi kerjakan.

Menurut cerita, Nabi Muhammad SAW mengerjakan shalat tarawih pada tanggal 23 ramadhan padan tahun kedua hijriah. Rasulullah tidak selalu mengerjakan shalat tarawih di masjid. Terkadang Rasulullah mengerjakan ibadah shalat itu di rumah.

Pada sebuah hadis Bukhari dan Muslim menyebutkan tentang keutamaan shalat tarawih. Bahwa pada awal-awal Rasulullah melaksanakan shalat tarawih, banyak sekali masyarakat saat itu yang antusias ikut melaksanakannya secara berjamaah. Namun Nabi Muhammad SAW malah justru mengurungkan niatnya untuk shalat tarawih di masjid dan lebih memilih melakukan shalat tarawih di rumah.

Nabi Muhammad SAW bersikap demikian karena Nabi takut, jika sewaktu-waktu Allah menurunkan wahyu yang berisi tentang kewajiban shalat tarawih pada umatnya. Dalam benak Nabi, beliau takut jika belum tentu umat generasi berikutnya memiliki semangat yang sama seperti umat pada zaman Nabi.

Dalam alasan lain juga menyebutkan, bahwa Nabi takut menimbulkan persepsi yang salah tentang shalat tarawih. Rasulullah takut umatnya menganggap shalat tarawih sebagai amalan yang wajib untuk mereka kerjakan. Karena sebenarnya, shalat tarawih merupakan sunnah sehingga tidak ada kewajiban yang memaksa untuk melaksanakannya. Meskipun banyak sekali keutamaan shalat tarawih yang tentunya menjadi ladang pahala.