Kampanye di Kota Gorontalo, Gobel Ajak Warga Nyanyikan Lagu Hulontalo Lipu’u

Kota Gorontalo, MEDGO.ID – Kampanye caleg dari Partai Nasdem, Rachmat Gobel, di hari kedua, di Kelurahan Tenilo, Kota Barat, Kota Gorontalo, berlangsung meriah.

Dalam kampanye terbatas itu warga yang yang hadir membludak, lebih dari 1.000 orang. Setelah menyampaikan visi-misi dan apa yang sudah dilakukan sebagai wakil rakyat dalam empat tahun ini, Gobel mengajak warga menyanyikan lagu Hulontalo Lipu’u.

“Ini lagu yang paling saya suka. Syairnya indah dan dalam. Lagunya pun bagus,” katanya, Minggu, 10 Desember 2023.

Kredit Mobil Gorontalo

Seperti kampanye hari pertama di Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, dalam kampanye di Tenilo ini Gobel didampingi dua caleg DPR RI dari Partai Nasdem lainnya, yaitu Prof Dr Rustam Akili dan Prof Dr Winarni Monoarfa.

Selain itu hadir juga caleg-caleg Partai Nasdem untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kota Gorontalo. Gobel memperkenalkan mereka satu per satu untuk hadir di panggung.

BACA JUGA :  Habiskan Anggaran 437 Miliar, Bandar Panua Pohuwato Akhirnya Diresmikan Presiden Jokowi 

“Ini the dream team yang akan memperjuangkan dan menjaga aspirasi warga Gorontalo ke depan,” katanya.

Sebelum Gobel memberikan orasinya, para caleg tersebut sudah memaparkan visi-misinya dan komitmennya sebagai wakil rakyat. Gobel menyampaikan bahwa dirinya sangat menyukai lagu Hulontalo Lipu’u ini. Lagu ini bahkan dinyanyikan pada pernikahan anaknya di hotel berbintang di Jakarta maupun saat ngunduh mantu di Gorontalo. Lagu tentang kampung halaman Gorontalo yang indah ini selalu membuat Gobel meneteskan air mata. Warga pun antusias menyanyikan lagus tersebut. “Ternyata semua yang hadir di sini juga hapal. Ini lagu yang sangat indah,” katanya.

Dalam orasinya, Gobel telah melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan sebaik-baiknya sesuai janjinya pada pemilu 2019. Dalam kesempatan itu ia memaparkan apa-apa saja yang telah dilakukan di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan perikanan, UMKM, infrastruktur, pariwisata, budaya, dan lain-lain.

BACA JUGA :  Persiapan Menyambut Kunker Presiden Jokowi, Pemda Pohuwato Sudah Sangat Siap 

“Memang masih ada kekurangan, tapi saya sudah berbuat yang saya bisa. Bahkan saat pandemi Covid-19, saya tetap datang secara rutin ke Gorontalo, saya berkeliling menemui warga. Saya harus berada di tengah-tengah rakyat Gorontalo yang sedang kesusahan karena Covid-19. Saat pemerintah daerah belum bisa menyediakan obat-obatan dan APD, saya telepon kawan-kawan saya di Jepang, Taiwan, dan lain-lain, untuk membantu,” katanya.

Setelah pemilu 2019, kata Gobel, cucu pertama Gobel lahir. “Lalu saya terinspirasi bahwa apa yang cucu saya mainkan juga harus dirasakan anak-anak Gorontalo. Lalu saya membuat PAUD di Limboto yang berstandar internasional. Pendidikan yang baik akan meningkatkan sumberdaya manusia dengan lebih baik. Jika Partai Nasdem menang, saya bercita-cita di tiap kecamatan di Provinsi Gorontalo hadir PAUD yang sejenis,” katanya.

Sarana wisata keluarga, kata Gobel, juga sudah ia wujudkan dengan menata Pantai Tamendao, Danau Perintis, merias lampu Menara Limboto, perkampungan suku Bajo di Torosiaje, serta Pantai Bolihutuo. Ia juga sudah membantu petani dengan menyediakan traktor, obat-obatan, pemanen padi dan jagung, bibit padi dan jagung, penyemprot hama, dan perbaikan irigasi. Ia juga sudah membantu nelayan dengan peralatan pelampung, pengemudi bentor, pelaku UMKM, dan sebagainya. Selain itu, ia juga sudah menyediakan rumah untuk lansia serta perbaikan dan pembangunan rumah untuk keluarga yang belum memiliki rumah maupun yang rumahnya masih sangat sederhana.

BACA JUGA :  Memastikan Apa Sudah Steril, Bupati Saipul Sambut Tim Kepresidenan RI

“Saat pemilu 2019, saya tidak membagikan mea-mea atau biu-biu. Ini karena saya percaya bahwa rakyat Gorontalo memiliki martabat sebagai warga Serambi Madinah. Dan terbukti saya meraih suara terbanyak. Rakyat Gorontalo memiliki kehormatan. Warga Gorontalo tidak mau jadi komoditas politik yang hak politiknya diperdagangkan. Kehormatan harus dibalas dengan kehormatan. Kepercayaan harus dibalas dengan kepercayaan,” katanya.

(*)