Kadinkes Kota Semarang: Efek Samping Vaksin Moderna Harus Diwaspadai

SEMARANG, MEDGO.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Jawa Tengah, Moh. Abdul Hakam, Sabtu (28/8/2021), mengatakan bahwa sesuai dengan data pada Distem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK), jumlah nakes di kota Semarang sebanyak 25 ribu orang, dan belum seluruh nakes mendapatkan vaksin booster Moderna.

“Baru ada sebanyak 7.600 orang nakes yang telah menerima vaksin booster, dimana jumlah itu masih sepertiga dari total nakes yang ada di kota Semarang”, papar Adbul Hakam. Seperti dikutip dari rri.co.id.

Kadinkes Kota Semarang, Moh. Abdul Hakam. (Dok. Foto:Dinkes).

Menurut petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, lanjutnya, nakes yang bisa dilakukan suntikan booster adalah nakes yang sudah melakukan vaksin dosis kedua hingga akhir April 2021. Bagi Nakes yang divaksin dosis kedua setelah bulan April 2021belum bisa dilakukan booster.

BACA JUGA :  Penduduk Kabupaten Kendal: Lulusan SD dan SLTP Capai 43,53 Persen

Lebih jauh Kadinkes Kota Semarang, menuturkan bahwa vaksin Moderna memiliki efektifitas lebih tinggi, dimana vaksin Moderna memiliki efikasi 94,1 persen pada kelompok usia 18 – 65 tahun, dan 86,4 persen pada kelompok usia di atas 65 tahun.

Efek samping yang muncul, imbuh Hakam, setelah divaksin Moderna antara lain bengkak, kemerahan di bekas suntikan, demam, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, panas dingin, mual-mual dan muntah-muntah. Jika dilihat, hampir rata-rata nakes merasakan efek samping ringan.

BACA JUGA :  Penduduk Kabupaten Kendal: Lulusan SD dan SLTP Capai 43,53 Persen

“Akan tetapi juga ada sebagian dari nakes yang merasakan demam, flu, dan ada yang mual-mual. Hal Ini sangat perlu untuk diwaspadai. Di dalam jurnal disebutkan bahwa vaksin Moderna ini efeknya sampai tiga harian”, pungkas Hakam. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here