Bupati Wonogiri: Bendungan Pidekso Ubah Lahan Tadah Hujan Jadi Irigasi Teknis

WONOGIRI, MEDGO.ID – Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Joko Sutopo, melakukan penutupan pintu conduit Waduk Pidekso yang berada di Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo, Kamis (14/10/2021).

Bupati Wonogiri mengatakan bahwa penutupan conduit Waduk Pidekso, yang dibangun sejak tahun 2018 silam, untuk dimulai pengisian air.

“Menurut kajian teknis, waduk akan penuh terisi air setelah 111 hari atau sekitar empat bulan”, kata Joko Sutopo, yang akrab disapa dengan Jekek. Seperti dikutip dari laman wonogirikab.go.id.

 

Setelah terisi penuh, lanjut Jekek, direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada 21 Desember 2021 mendatang, dan semua properti akan dipersiapkan agar peresmian nanti lancar.


“Banyak sekali manfaat dari Waduk Pidekso ini. Ada lahan pertanian seluas 1.500 hektar yang semula adalah lahan tadah hujan, akan menjadi lahan pertanian irigasi teknis. Waduk juga bisa menjadi konservasi wisata, hingga pemanfaatan air baku dengan debit 300 liter per detik, dan bisa mereduksi banjir”, tandas Jekek.

BACA JUGA :  Penduduk Kabupaten Kendal: Lulusan SD dan SLTP Capai 43,53 Persen

Bupati Wonogiri menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya yang ada serta akan menjaga seluruh aset yang ada agar bisa meminimalkan terjadinya sedimentasi di Waduk Pidekso saat sudah beroperasi.

BACA JUGA :  Penduduk Kabupaten Kendal: Lulusan SD dan SLTP Capai 43,53 Persen

“Pembebasan lahan sudah hampir rampung. Tinggal mengurus tanah kas desa yang terendam genangan dan mencari tanah pengganti. Tanah wakaf juga tinggal pembayaran. Praktis tidak ada persoalan di ranah sosial,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Waduk Pidekso, Dony FS, mengklaim bahwa Waduk Pidekso dibangun agar tahan bencana, termasuk gempa megathrust.

“Peta gempa dari pemerintah pusat telah dipelajari dan diikuti. Bendungan Pidekso menggunakan urukan batu, sehingga lebih fleksibel dan kuat dalam menahan gempa. Berbeda dengan bendungan beton. Kalau beton dikaji lebih mendalam lagi karena lebih rigid. Kalau Waduk Pidekso ini bendungannya fleksibel, tidak ada masalah saat ada gempa”, kata Dony.

BACA JUGA :  Penduduk Kabupaten Kendal: Lulusan SD dan SLTP Capai 43,53 Persen

Dony juga menegaskan bahwa pembangunan Waduk Pidekso sudah melewati sertifikasi desain. Saat pengisian air waduk dan akan dioperasikan, telah melewati sertifikasi operasi waduk.

“Umur bendungan tergantung dari banyak atau sedikitnya sedimentasi di waduk. Jika lingkungan hidup bisa dijaga, sedimentasi waduk dijaga, maka umur waduk bisa bertambah panjang, minimal bisa mencapai 50 tahun,” pungkasnya. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here