Bareskrim Polri Ungkap Penipuan Online Ratusan Milyar, Modus Tsk Menyamar Pengusaha

Komjen ListPenipuan Online Modus Jadi Pengusaha, Berhasil Diungkap Mabes Polriyo Sigit Prabowo
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, saat melakukan konferensi pers sindikat penipuan online.(Foto Ist)

JAKARTA, MEDGO.ID Marak aksi penipuan online, tak hanya juttaan, kali ini ratusan milyar, barhasil diungkap Badan reserse dan kriminal (Bareskrim) Mabes  Polri, mereka merupakan  sindikat penipuan online lintas negara melalui internet, dengan menggunakan email bisnis.

Dalam operasi yang dilakukan tim Bareskrim Mabes Polri ini berhasuil menangkap dua tersangka kasus penipuan  online trans nasional, motif para tersangka  dengan menggunakan business email compromise (BEC), masing-masing   inisial UDEZE alias Emeka dan Hafiz.  Para tersengka  berperan membuat dokumen fiktif, serta  ada yang   menyamar sebagai direktur sebuah perusahaan yang fiktif alias palsu.

“Dari kegiatan tersebut, maka Bareskrim Polri kemudian berhasil mengamankan tersangka atas nama UDEZE alias Emeka dan tersangka lain berhasil diamankan yaitu tersangka Hafiz yang bertugas untuk membuat dokumen fiktif dan seolah-olah menjadi direktur perusahaan fiktif tersebut dan kemudian dibantu oleh saudara Belen alias Dani dan Nurul alias Iren,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

BACA JUGA :  Rachmat Gobel minta Menkes Tambah Fasilitas Oksigen RS Rujukan Covid-19 di Gorontalo

Sigit menuturkan dua tersangka menjalankan aksi dengan cara mengirim email palsu memberi informasi perubahan nomor rekening untuk pembayaran Rapid tes yang telah dipesan oleh korban. Akibat penipuan tersebut, korban yang merupakan warga negara (WN) Belanda mengalami kerugian Rp 52 Miliar lebih.

“Modus operandi dilakukan dengan cara mereka mengirim email terkait dengan perubahan nomor rekening, terkait dengan rencana pembayaran untuk memesan Rapid tes covid yang telah dipesan oleh WN belanda. Sehingga kemudian korban mentransfer dana ke rekening atas nama CP Bio sensor dimana ini perusahaan fiktif sejumlah USD 3.597.875 atau senilai Rp 52,3 miliar,” tuturnya.

BACA JUGA :  Gubernur Gorontalo Positif Covid-19 Sejak 21 Juli 2021

Sigit menyampaikan, terkait penipuan Internasional Modus Email Bisnis ini, Bareskrim Polri sudah menangani 5 kasus lintas negara. Tiga kasus diantaranya terkait COVID-19 sedangkan dua kasus terkait transfer dana dan investasi.

BACA JUGA :  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Postif Covid?

“Terkait dengan kejahatan ini Bareskrim telah menangani 5 kasus melibatkan lintas negara. 3 kasus terkait dengan COVID-19 dan 2 kasus terkait transfer dana dan investasi,” ujarnya.

“Terkait dengan COVID itu, negara Itali, Belanda dan Jerman. Sedangkan terkait dana dan investasi, Argentina dan Yunani,” lanjutnya

Lebih lanjut Sigit mengatakan, total kerugian yang dilakukan oleh dua tersangka mencapai Rp 276 Miliar. Sementara Rp 141 Miliar telah berhasil disita Bareskrim Polri.

“Sehingga total kerugian yang ditimbulkan adalah kurang lebih dari rangkaian kegiatan mereka, sebesar Rp 276 miliar dan saat ini kita sita Rp 141 miliar,” imbuhnya.(Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here