Keterangan foto: Peta Jalan Tol Solo - Yogyakarta. (Dok. foto: Humas Pemkab Klaten).

Klaten, MEDGO.ID – Proyek nasional pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta akan berdampak terhadap lahan pertanian produktif yang ada di Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Luasan sawah yang akan terkena proyek tersebut mencapai ratusan hektar yakni mulai dari wilayah Kecamatan Delanggu hingga wilayah Kecamatan Prambanan.

Kepala Dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan kabupaten Klaten Widiastuti kepada mengungkapkan bahwa secara keseluruhan lahan pertanian yang terkena jalan tol mencapai 375 hektar.

“Dari jumlah itu yang termasuk lahan hijau atau lahan sawah produktif sebesar 80 persen”, kata Widiati, Senin (28/9/2020).

BACA JUGA :  Gibran: Bulan Juli 2021 Rel KA Layang Simpang Joglo Mulai Dibangun

Menurut Widiati meskipun lahan sawah berkurang ratusan hektar, namun jika dihitung secara keseluruhan jumlah itu masih relatif kecil, hanya berkisar diangka satu persen dari seluruh luasan lahan pertanian di Kabupaten Klaten, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi di wilayah Kabupaten Klaten, yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional tersebut.

BACA JUGA :  Kepala Disnaker Wonogiri: Waspadai Website Palsu Pendaftaran Kartu Pra Kerja

Dampak dari pembangunan jalan tol tersebut, akan banyak petani yang kehilangan pekerjaannya yang sudah dijalani puluhan tahun.

Heri salah seorang petani warga Prambanan Klaten mengaku selain akan kehilangan pekerjaan, sebagai petani juga akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sawah pengganti.

BACA JUGA :  3,19 Triliun Untuk Tangani Banjir dan Rob Pantura Jateng

Diketahui, proyek jalan tol Solo- Yogyakarta akan menerjang 51 Desa yang berada di sebelas Kecamatan, mulai dari Kecamatan Delanggu, Polanharjo, Ceper , Klaten utara, Karanganom, Ngawen, Kebonarum, Karangnongko, Jogonalan, Manisrenggo dan Kecamatan Prambanan. (AD1)
(Sumber: Humas Pemkab Klaten).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here