Proyek Tol Solo – Jogjakarta, Bakal Melewati 51 Desa dan 11 Kecamatan

Klaten, MEDGO.ID – Proyek nasional pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta akan berdampak terhadap lahan pertanian produktif yang ada di Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Luasan sawah yang akan terkena proyek tersebut mencapai ratusan hektar yakni mulai dari wilayah Kecamatan Delanggu hingga wilayah Kecamatan Prambanan.

Kepala Dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan kabupaten Klaten Widiastuti kepada mengungkapkan bahwa secara keseluruhan lahan pertanian yang terkena jalan tol mencapai 375 hektar.

BACA JUGA :  Idul Adha 2024 Di Jawa Tengah Kebutuhan Hewan Qurban Lebih Dari 500 Ribu Ekor

“Dari jumlah itu yang termasuk lahan hijau atau lahan sawah produktif sebesar 80 persen”, kata Widiati, Senin (28/9/2020).

Menurut Widiati meskipun lahan sawah berkurang ratusan hektar, namun jika dihitung secara keseluruhan jumlah itu masih relatif kecil, hanya berkisar diangka satu persen dari seluruh luasan lahan pertanian di Kabupaten Klaten, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi di wilayah Kabupaten Klaten, yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional tersebut.

BACA JUGA :  Potensi Belanja BLUD Jawa Tengah Mencapai 3,91 Triliun

Dampak dari pembangunan jalan tol tersebut, akan banyak petani yang kehilangan pekerjaannya yang sudah dijalani puluhan tahun.

Heri salah seorang petani warga Prambanan Klaten mengaku selain akan kehilangan pekerjaan, sebagai petani juga akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sawah pengganti.

BACA JUGA :  MK Batalkan DCT DPRD Gorontalo Dapil 6, Perintahkan Pemungutan Suara Ulang

Diketahui, proyek jalan tol Solo- Yogyakarta akan menerjang 51 Desa yang berada di sebelas Kecamatan, mulai dari Kecamatan Delanggu, Polanharjo, Ceper , Klaten utara, Karanganom, Ngawen, Kebonarum, Karangnongko, Jogonalan, Manisrenggo dan Kecamatan Prambanan. (AD1)
(Sumber: Humas Pemkab Klaten).