Penyertaan Modal  Untuk PDAM Diminta Dikaji Kembali, Ini Kata Walikota Gorontalo Marten Taha

PDAM Kota Gorontalo
PDAM Kota Gorontalo

Penyertaan Modal  Untuk PDAM Diminta Dikaji Kembali, Ini Kata Walikota Gorontalo Marten Taha

Kota Gorontalo, (MEDGO.ID) — Realisasi Dana hibah pemerintah pusat untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Gorontalo tahun anggaran 2020 senilai Rp. 6 Miliyar, nampaknya akan menemui kendala dalam pelaksanaannya.

Pasalnya, dalam kesimpulan rapat Padan Pembuat Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD KOTA Gorontalo, Senin (17/02), kemarin menyatakan,  penyertaan modal untuk PDAM diminta untuk dikaji kembali.

Penyertaan Modal untuk PDAM Kota Gorontalo yang merupakan salah satu bagian terpenting dari substansi dalam Ranperda Perubahan Peraturan Daerah No. 09 Tahun 2015 itu, belum mampu meyakinkan BAPEMPERDA untuk menyetujui hal tersebut masuk dalam Program Pembuatan Peraturan Daerah (PROPEMPERDA).

Walikota Gorontalo, Marten Taha, SE., M.Ec.Dev, mengatakan, PDAM, boleh dibatasi. Tahun Anggaran 2019 saja, tidak ada penyertaan modal untuk PDAM.

“Makanya,  saya genjot cari modal sendiri. Dan pada tahun 2019 itu juga dapat penambahan jaringan, sebesar 1000 Satuan Sambunhan kurang lebih Rp. 2 Miilyar,” imbuhnya saat diwawancarai Media ini, usai menyampaikan Dua Buah Ranperda Usul Insiatif Eksekutif, dalam rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (17/02) kemarin.

Marten meminta, penyertaan modal untuk PDAM,  tak semata-mata cari keuntungan, tetapi bisa memberi kualitas pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Gorontalo.

“Tahun Anggaran 2020, ini memang, PDAM  memproleh dana hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp. 6 Miliyar,” ucapnya.

Di Kota Gorontalo, suplai air bersih, baru kurang lebih 328 Liter/Detik, sementara kebutuhan masyarakat sebesar 500 Liter/Detik.

Selain itu, banyak jaringan pipa yang sudah di kisaran 30 tahun. Pipa induk yang 4 dan 6 Inch sudah banyak yang rusak dan bocor. Dan, ini harus segera diperbaiki.

Disamping itu juga, pembangunan instalasi, satuan sambungan baru, serta pembuatan instalasi pengolahan air, makin mendesak untuk dilakukan.

“Pembiayaan atas semua ini membutuhkan dana yang sangat besar,” katanya.

Ditanya soal sorotan atas kinerja PDAM yang dianggap buruk, Marten menjelaskan, hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota.

“Kami akan selalu berupaya mendorong PDAM untuk lebih serius meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Harapan  saya, kita selalu melangkah untuk melakukan perbaikan  demi terpenuhinya ketersediaan air bersih untuk masyarakat Kota Gorontalo,” pungkas Marten. ##(Hans).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here