Pemuda Asal Batang, Tumbangkan Rekor Dunia Panjat Dinding Di Negeri Paman Sam

BATANG, MEDGO.ID – Kiromal Katibin (20 tahun), pemuda asal Kelurahan Kauman RT 02 RW 2 Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Tim Nasional Panjang Dinding Indonesia, berhasil mengukir prestasi yang sangat membanggakan, dalam ajang Climbing World Cup 2021 atau Piala Dunia Panjat Tebing 2021, yang digelar di kota Salt Lake City, Amerika Serikat, Kamis (28/5/2021) kemarin.

BACA JUGA :  DPRD Kabupaten Kendal Gelar Rapat Paripurna Dengan Pemerintah Kabupaten Kendal Tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023

Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Batang, Putut Husamadiman, mengatakan bahwa dalam ajang Climbing World Cup 2021 tersebut, Kiromal berhasil merengkuh Medali Perak atau Runner Up untuk kategori kecepatan memanjat atau speed.

“Di babak final, Kiromal menorehkan catatan waktu 5,25 detik dan harus mengakui kehebatan Veddriq Leonardo dari Kalimantan Barat yang mencatatkan waktu 5.20 detik”, tutur Putut, Sabtu (29/5/2021), sebagaimana dikutip dari laman batangkab.go.id.

Kredit Mobil Gorontalo

Yang lebih membanggakan lagi, lanjut Putut, dimana pada babak penyisihan, Kiromal berhasil mencatatkan waktu 5,25 detik dan sekaligus menumbangkan rekor dunia sebelumnya yang di cetak oleh Reza Alipoutshen dari Iran demgan catatan waktu 05.48 detik.

“Pemecahan rekor yang dilakukan oleh Kiromal adalah sebuah catatan sejarah baru”, kata Putut.

BACA JUGA :  DPUR Kabupaten Blora bersama BBWS Pemali Juana Tangani Longsor Di Desa Brumbung

Seusai mengikuti ajang Climbing World Cup, imbuh Putut, Kiromal harus kembali lagi menjalani latihan di Pusat Latihan nasional (Pelatnas) di Jakarta untuk menghadapi ajang Olimpiade.

BACA JUGA :  Ketua Bawaslu Kendal Lantik 60 Orang Anggota Panwaslu Se Kabupaten Kendal

“Kiromal Katibin dan Leonardo memang dipersiapkan untuk ajang kejuaran kelas dunia. Kiromal Katibin pun sekarang menjadi salah satu andalan panjat tebing dari Indonesia, karena Leonardo usianya sudah mentok”, pungkas Putut.(*).