ICC Dorong Kopek Miliki Kebun Sumber Benih Kelapa

Kabgor, MEDGO.ID – Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC), Jelfina Alouw, mengimbau seluruh daerah penghasil kelapa di Indonesia bisa membangun kebun untuk sumber benih dengan varietas unggul. ICC adalah organisasi antar pemerintah negara-negara penghasil kelapa di bawah koordinasi PBB yang berdiri pada tahun 1959.

“Salah satu penyebab turunnya produksi kelapa Indonesia karena petani sulit mengakses sumber benih yang berkualitas. Mari kita bangun kebun-kebun untuk sumber benih agar dapat memenuhi kebutuhan petani di setiap daerah. Lima hektar saya kira sudah cukup untuk setiap kabupaten,” kata Jelfina, pada Rapat Kerja Nasional Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (Kopek) di Ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (22/9/2023).

Jelfina juga berharap tidak terjadi lagi penurunan luas kebun kelapa di Indonesia yang pada tahun 2022 tercatat seluas 3,7 juta hektar, turun menjadi 3,3 juta hektar di tahun ini. Perempuan pertama yang Direktur Eksekutif ICC ini memaparkan, produktivitas kelapa india semakin jauh tertinggal dari Vietnam, Malaysia, dan India. Rata-rata produktivitas ketiga negara tersebut mencapai 10 ribu butir kelapa perhektar pertahun, sedangkan Indonesia hanya empat ribu.

BACA JUGA :  Pemkab Batu Bara Gelar Pisah Sambut Penjabat Bupati Batu Bara

“Oleh karena itu saya harap luas kebun kelapa tidak turun lagi karena akan berdampak pada penurunan produktivitas. Dengan luas lahan 3,3 juta hektar dan jumlah petani enam juta, berarti rata-rata kepemilikan hanya 0,5 hektar, itu sedikit sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut Jelfina menuturkan pentingnya meningkatkan kapasitas petani kelapa di Indonesia. Terkait hal itu ICC siap membantu dan memfasilitasi pelaksanaan pelatihan dalam rangka transfer teknologi dan informasi kepada petani.

BACA JUGA :  Sat Samapta Polresta Gorontalo Kota Bantu Warga Yang Terdampak Banjir

Rakernas Kopek II merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Kelapa Sedunia atau Hari Kelapa Sedunia yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo dari tanggal 21 hingga 25 September 2023. Rakernas bertujuan untuk menyusun program kerja Kopek dua tahun ke depan, menyusun regulasi dan kebijakan, serta melahirkan peta jalan pengembangan kelapa di Indonesia.