DPRD DIY Prihatin dengan Masyarakat Tak Menggunakan Masker Lagi

Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yoggyakarta

Yogyakarta, (MEDGO.ID) — Jumlah kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin hari mengalami peningkatan. Di saat kasus positif terus meningkat, justru banyak warga mulai abai dalam melaksanakan protokol kesehatan terutama pemakaian masker.

Hal itu terungkap saat Komisi A DPRD DIY melakukan monitoring penanganan COVID-19 di Purwomartani, Kalasan, Sleman. Di Purwomartani sendiri jumlah kasus positif sebanyak 9 warga, 7 diantaranya telah sembuh dan 2 warga masih dirawat. Untuk melakukan pencegahan, pemerintah desa setempat terus melakukan imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan. Namun karena sifatnya sebatas imbauan, petugas hanya bisa mengimbau kepada warga.

“Penggunaan masker sekarang ini, karena merasa sudah posisi aman. Padahal masih dalam tanggap darurat, tapi masyarakat sudah merasa dalam posisi aman dan penggunaan masker sudah agak sedikit abai, jadi ada yang sudah ke mana-kemana tidak makai masker,” kata Camat Kalasan Siti Anggraeni Susilo Prapti pada monitoring penanganan COVID-19 oleh Komisi A DPRD DIY di Kantor Desa Purwomartani, Selasa (28/7/2020).

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Pinto Raharjo mengaku tidak bisa menindak bagi warga yang tidak mengenakan masker karena tidak ada dasar hukumnya. Dan sesuai aturan maka yang bisa dilakukan hanya mengimbau. Sulitnya, jika hanya imbauan seringkali warga memakai masker hanya saat ditegur, setelah petugas pergi maka masker dilepas lagi.

“Kita sifatnya hanya megimbau, sesuai regulasi yang ada. Pemkab Sleman sendiri, belum menegaskan bahwa harus pakai masker, kalau tidak maka di denda,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Retno Sudiyanti mengatakan dengan melihat jumlah kasus positif di DIY yang semakin bertambah tentu menjadi keprihatinan bersama. Kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan harus terus ditingkatkan. Di saat jumlah kasus semakin meningkat namun sangat disayangkan malah makin banyak warga yang abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Mungkin sudah jenuh pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, padahal semakin hari semakin meningkat. Di Sleman ada 15 tenaga medis terpapar, kemudian laboratorium di DIY sudah penuh,” kata Retno Sudiyanti.

Kunjungan Komisi A DPRD DIY ke Purwomartani, Kalasan, Sleman ini untuk memastikan sejauh mana pemerintah desa melakukan upaya pencegahan COVID-19. Jika sebelumnya fokus pada bantuan sosial, kali ini komisi A konsen untuk upaya pencegahan COVID-19 di kecamatan dan desa karena kasus saat ini mengalami peningkatan. (Ezan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here