Ditengah Wabah Covid , Jasad Pria Lansia Ditemukan Meninggal dan Membusuk dalam Kamar Sendirian

Penemuan mayat meninggal dirumahnya, Rabu (03/06) / Foto Ist

Agam, (MEDGO.ID) – Ditengah wabah Covid-19, masyarakat Kampung Melayu digegerkan dengan kejadian penemuan sesosok mayat Laki – laki lanjut usia yang ditemukan warga sudah dalam kondisi membusuk.

Kapolres Agam melalui Kasubag Humas Polres Agam AKP Nurdin Dt.Sati mengatakan, Pada hari Rabu (03/6) telah terjadi Penemuan sesosok mayat Laki – laki di dalam rumah di Kampung Melayu Nagari  Sitalang Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam. Identitas korban berinisial S (61) suku Pili, pekerjaan Swasta, alamat Kampung Baru Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam.

Lihat : Tak Menerima Dipelototi, Seorang Pemuda Tengah Sawah Tewas Dikeroyok Tiga Orang

Ditambahkan Kronologis kejadian, hari Rabu (03/06) sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika itu keponakan korban Melisa (23) ingin pergi ke Sungai yang berada di sebelah rumah korban. Saksi mencium bauk busuk yang berasal dari dalam rumah, kemudian melaporkan hal tersebut ke Ibu saksi Ratnawati (59).

Kemudian kedua saksi masuk ke dalam rumah korban. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan sudah membusuk. Atas temuan ini saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Babinkamtibmas serta perangkat Nagari Sitanang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Seteling Sebuah Rumah Makan di Asahan Hancur Ditabrak Mobil

Lihat : Pembagian Sembako Ditengah Wabah Covid-19, Berpotensi Korupsi

Ditempat terpisah keluarga Korban (S) menjelaskan, (S) terakhir kali dilihat pihak keluarga keluar rumah pada hari Minggu tanggal (31/5) sekitar pukul 20.00 WIB  sampai 04.00 WIB nongkrong di kedai kopi yang tidak jauah Dari rumah korban. Menurut keterangan dari keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit Hipertensi yang dideritanya selama kurang lebih 3 tahun dan pada akhir-akhir ini sering kambuh.

BACA JUGA :  Kerusakan Hutan Sangat Mengkhawatirkan. Partai Gelora Target Menanam 10 Ribu Pohon di Gorontalo

Dari hasil pengamatan Dokter menyatakan, tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh jenazah, dan pada jenazah tidak dapat dilakukan visum, dikarenakan kondisi tubuh yang sudah rusak. Atas kejadian ini pihak keluarga menerima dan mengiklaskan kematian korban, juga membuat pernyataan tidak menuntut kematian korban dikemudian hari. (HF)

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Hingga Kematian Warga Desa Duano, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bone Bolango

Editor : Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here