Dengan Rendah  Hati, Adhan Dambea Membuka Jalan Damai Kepada NT

Kota Gorontalo, (MEDGO.ID) – Tulisan Nurhadi Taha, yang menyoroti miring sikap kritis anggota DPRD Provinsi Gorontalo tentang kenaikan tarif dasar air minum PDAM kota Gorontalo, dengan judul “Cari Panggung Aja, Kenapa Baru Sekarang Adhan Dambea Memyoroti PDAM?

Sempat berbuah laporan polisi oleh AD atas perbuatan menyerang pribadi dirinya. Terbuka jalan damai, atas prakarsa banyak pihak, yang memberikan masukan kepada dirinya, selain itu juga sydah beberap kali Nurhadi Taha mendatangi kantor Yayasan Yaphara meminta maaf atas ketelodran dalam menulis opini tersebut.

Memang sejumlah pihak sudah menyarankan kepada NT agar mendatangi Adhan Dambea yang pernah dekat dengannya, untuk memyelesaikan ketersinggungan Adhan Dambea, yang dinilai sudah menyerang pribadi, bukan lagi memberikan pendapat yang objektif dalam menganggapi kenaikan tarif air minum PDAM, dalam situasi Pandemi Covid-19.

Apa yng disarankan oleh berbagai kalangan seraya menyakinkan NT bahwa Adhan merupakan tokoh panutan Gorontalo, yang sudah malang melintang dalam perpolitikan, soaial keagamaan, apalagi banyak berhubungan dengan pembelaan hukum bagi masyarakat kecil.

Ternyata, saran tersebut tak sia-sia, sebab kedatangan NT sempat menegang, saat Adhan berpapasan dengan tokoh yang pernah berjasa terhadap NT semasa ia menjabat Walikota Gorontalo. Namun bukan Adhan Dambea bila tak meleleh hatinya, saat seseorang mendatangi dirinya dengan menyampaikan tak banyak kata, “Pak Adhan, kasihan Nurhadi Taha itu tumpuan orangtua dan keluarga kecilnya, ” ucap Adhan berulangkali.

Menurut Adhan ia tersentuh dwngan kata-kata orang yang tak mau ia sebutkan saat wawancara, namun ia tersentuh dengan soskk yang satu ini. Bahkan meyakinkan kepada NT terlihat ia amat terkesan saran orang tersebut, tak kuasa dirinya menolak saran orang baik seperti itu.

Dan Jalan damai Alhamdulillah terbuka lebar, dengan sejumlah syarat, yang menurut Adhan ia tak mau dirugikan dengan jalan damai yang ditempuh ia dan Nurhadi Taha. Dan syaratnya pun bukan berupa uang atau komitmen tertentu, hanya meminta kapada terlapor NT agar mencabut kuasa hukum sebelum ia menarik laporannya di Polres Gorontalo Kota.

“Saya minta pengacara yang Nurhadi Taha berikan kuasa untuk ditarik lagi, sebab saya tak mau terkesan bahwa menempuh jalan damai karena takut kepada pengacara,” ungkap Adhan Dambea, saat menerima kedatangan NT yang disusul oleh Penasihat Hukumnya, pada Senin (22/06) sekitar pukul 20.30 wita, dikantor Yayasan Adhan Dambea.

Hanya itu, saya menunggu besok bila sudah ada janji saya untuk menarik laooran akan dipenuhi. Dan Adhan memgingatkan NT agar jadilah seorang ASN yang profesional, dengan tak mencampuri urusan politik praktis. Biarlah wilayah politik ini menjadi lahan para politisi.

“Besok (Selasa, 23/06) bila sudah ada surat mencabut kuasa hukum, maka saya menarik laporan. Dan tolong jadilah aparatur sipil negara yang benar, tidak usah mencampuri urusan para politisi, ” himbau Adhan.

Permintaan AD tersebut langsung disanggupi oleh NT dengan langsung menyampaikan secara lisan dan melalui sambungan telpon, kepada penasihat hukumnya, sambil menyampaikan apa adanya, terkait jalan damai sudah terbuka lebar.

Nuthadi pun langsung tersenyum sambil meminta waktu kepada Adhan Dbea untukembuat administrasinya, dan akan diserahkan besok nanti. (RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here