Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Cegah Korupsi dari Kampus, UNG Bekali Mahasiswa Pascasarjana dengan Nilai Integritas

GORONTALO,MEDGO.ID — Upaya membangun perguruan tinggi yang bersih dan berintegritas tidak cukup hanya mengandalkan aturan. Budaya antikorupsi perlu dibentuk sejak dari lingkungan akademik, termasuk melalui penguatan karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin dan profesional di masa depan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bertajuk “Penguatan Integritas melalui Mitigasi Korupsi dalam Mewujudkan Tata Kelola Institusi Pendidikan yang Bersih, Transparan dan Berintegritas”, yang digelar Senin (7/9) di Aula Rektorat UNG.

Kegiatan ini menghadirkan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, S.H., M.H., sebagai pemateri utama. Kuliah umum diikuti mahasiswa Program Pascasarjana UNG sebagai bagian dari penguatan pemahaman mengenai integritas dan pencegahan korupsi di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara UNG dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika terhadap pentingnya tata kelola yang baik, transparansi, serta pencegahan berbagai potensi penyimpangan di institusi pendidikan.

Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruwadi, M.P., mengatakan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian awal proses perkuliahan di lingkungan Pascasarjana.

“Ini menjadi bagian dari proses awal perkuliahan di lingkungan Pascasarjana, dengan tujuan memberikan penguatan dan pemahaman kepada mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan,” ungkap Mahludin.

Lihat Juga  Pasca Demo Dukung Cagar Budaya, Aktifis SIGA Diteror OTK

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak semata-mata berorientasi pada penguatan kemampuan intelektual. Pembentukan karakter akademik juga harus berjalan beriringan dengan penanaman integritas, tanggung jawab, kejujuran, dan komitmen terhadap nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan akademik.

Hal senada disampaikan Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Hidayat Koniyo. Ia menilai tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan tantangan tata kelola perguruan tinggi saat ini.

Penguatan pemahaman tentang pencegahan korupsi, menurutnya, penting diberikan sejak mahasiswa berada di bangku kuliah. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai integritas ketika memasuki dunia profesional dan mengambil peran di tengah masyarakat.

“Kuliah umum ini sangat penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa. Terlebih tema yang diangkat sangat penting dalam upaya pencegahan tindak korupsi, sebagai langkah strategis mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang bersih, transparan dan berintegritas, khususnya di insitusi pendidikan tinggi,” jelas Hidayat.

Lebih jauh, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan agar mahasiswa memahami korupsi dari perspektif hukum. Mahasiswa juga didorong untuk mampu mengenali berbagai risiko, celah, dan potensi penyimpangan yang dapat terjadi dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Lihat Juga  Gusnar Salurkan Beras CPP, Kuota Kabupaten Gorontalo Tembus 68.450 KPM

Pemahaman itu dinilai penting karena upaya pencegahan tidak hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran. Sebaliknya, mitigasi risiko dan penguatan integritas perlu menjadi bagian dari budaya organisasi sejak awal.

Kolaborasi UNG dengan Kejaksaan Tinggi Gorontalo melalui kegiatan edukatif ini menjadi langkah konkret untuk mempertemukan perspektif akademik dan penegakan hukum. Dari ruang kuliah, nilai integritas diharapkan tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan kampus.

Dengan demikian, kampus tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen kuat terhadap tata kelola yang bersih serta bebas dari praktik korupsi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *