Gorontalo, Medgo.ID — Lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP) Provinsi Gorontalo, menggelar pelatihan para pendidik, agar lebih mengembangkan metode pembelajaran kekinian, sebab perkembangan teknologi begitu pesat, guru daan sekolah diharapkan lebih progresif.
Olehnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dewi Fatmawaty Talani, membuka kegiatan sekaligus memberikan materi pada kegiatan Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Pamong Program UNG Mengajar Batch 10 Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (02/09/2026), oleh Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango dan dihadiri oleh oleh Kepala Sekolah Mitra beserta Guru Pamong jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango
Dalam materinya, Dewi Fatmawaty menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama di satuan pendidikan, khususnya dalam aspek manajemen, kebijakan, dan dukungan kelembagaan. Kepala sekolah juga memiliki peran sebagai motivator dan pembina, sekaligus memberikan arahan dalam membangun iklim kolaborasi yang positif antara guru sekolah dan mahasiswa peserta program. Selain itu, kepala sekolah berperan sebagai evaluator, menerima laporan dari guru pamong, serta memberikan masukan berkelanjutan untuk pelaksanaan program berikutnya.
Pada kesempatan tersebut, Dewi juga menjelaskan bahwa guru pamong merupakan guru inti atau mitra sekolah yang mendampingi secara langsung satu hingga tiga mahasiswa, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan di kelas. Guru pamong bertugas menjadi mentor akademik bagi mahasiswa, termasuk menyiapkan media pembelajaran, merancang strategi mengajar, serta mengoreksi rancangan tersebut sebelum dipraktikkan.
Menjadi guru pamong juga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai model, observer, dan pemberi umpan balik bagi mahasiswa. Sementara itu, kepala sekolah juga memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pihak kampus UNG, warga sekolah, dan orang tua murid.
Menutup materinya, Dewi Fatmawaty Talani menegaskan pentingnya kolaborasi antara seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.
“Kolaborasi yang baik melahirkan pembelajaran yang bermakna, mahasiswa yang berkembang, dan sekolah yang semakin kuat,” ujarnya.(Adv)













