Gorontalo, Medgo.ID — Badan amil zakat nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan 191 tas sekolah kepada siswa SMA/SMK di wilayah Kabupaten Gorontalo, Kamis (3/9/2026). Penyerahan bantuan ini menjangkau para peserta didik di 11 satuan pendidikan.
Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi siswa kelas 10 yang diterima melalui jalur afirmasi pada Aplikasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk intervensi sosial untuk memastikan peserta didik dari keluarga yang membutuhkan dukungan dapat memulai masa sekolah dengan rasa percaya diri dan nyaman.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Provinsi Gorontalo, Drs. Ismet Tuhala, menyampaikan bahwa bantuan perlengkapan sekolah ini merupakan wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Tas ini mungkin sederhana, tetapi bagi seorang anak yang baru memulai sekolah menengah, bantuan ini memiliki arti yang besar. Ada pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Ada masyarakat dan lembaga yang peduli terhadap pendidikan mereka,” ujar Ismet.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di beberapa titik lokasi. Pada titik pertama, kegiatan dihadiri oleh Ismet Tuhala bersama perwakilan Dikbud Provinsi Gorontalo, Taufik Kai. Sementara pada titik kedua, penyaluran dihadiri perwakilan BAZNAS Provinsi Gorontalo, Nurmawan Muksin, S.S., didampingi Sekretaris Dikbud Provinsi Gorontalo, Siti Maria Lahidjun.
Perwakilan Dikbud Provinsi Gorontalo, Taufik Kai, menilai kolaborasi ini sebagai bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam menyelesaikan tantangan pendidikan di daerah.
“Ketika pemerintah, BAZNAS, sekolah, dan masyarakat bergerak bersama, kebutuhan anak-anak dapat kita jawab dengan lebih cepat. Yang kita bantu bukan hanya tasnya, tetapi keberlanjutan semangat mereka untuk bersekolah,” kata Taufik.
Sekretaris Dikbud Provinsi Gorontalo, Siti Maria Lahidjun, turut menekankan pentingnya menciptakan kesetaraan bagi seluruh peserta didik di lingkungan sekolah tanpa terhalang kondisi ekonomi.
“Anak-anak ini datang dari latar belakang keluarga yang berbeda. Namun di dalam kelas, mereka harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berprestasi. Kami ingin anak-anak membawa tas ini ke sekolah dengan rasa bangga dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” tegas Siti Maria.
Penyaluran ini disambut antusias oleh para siswa penerima. Bantuan perlengkapan sekolah tersebut dinilai tepat waktu karena dapat mengalokasikan beban pengeluaran orang tua ke kebutuhan pendidikan lainnya di awal tahun ajaran baru.
Melalui program ini, BAZNAS dan Dikbud Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa penyerapan dana zakat, infak, dan sedekah yang terarah mampu memberikan dampak langsung bagi pemerataan akses serta kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo.(Adv)













