Cegah Bullying di Sekolah, Polres Kediri Kota Gelar ‘Police Go to School’

Kediri, MEDGO.ID — Polres Kediri Kota melalui program Police Go To School memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya dan cara mengatasi bullying atau perundungan.

Salah satunya yang dilakukan oleh Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara S.H bersama Team Binluh Unit Binmas kali ini hadir hadir di SMK Al Huda Kota Kediri. menyelenggarakan sosialisasi dengan materi utama pencegahan Bullying, Kamis (14/03)

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji S.H., S.I.K, M.Si. melalui Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara S.H. mengatakan bahwa pihaknya tidak henti memberikan sosialisasi maupun bimbingan dan penyuluhan kepada pelajar di sekolah.

BACA JUGA :  Kecelakaan Tunggal di Gorontalo: Dua Pengendara Motor Tewas

“Tindakan bullying atau perundungan merupakan masalah serius yang sering dialami oleh pelajar. Dampaknya tidak hanya berupa trauma psikologis, tetapi juga berpotensi merusak kesehatan mental dan fisik korban” ujarnya.

“Pelaku biasanya individu ataupun kelompok, dengan tujuan menyakiti atau mengintimidasi. Dan hal ini tentunya akan berdampak negatif terhadap korban,” terangnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Banjir di Gorontalo Terpenuhi

Selain mengajak untuk tidak melakukan aksi Bullying, lanjut Kapolsek, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan materi dan sosialisasi tentang pencegahan kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas

“Sebagai upaya pencegahan, Polsek Kediri Kota proaktif datang ke sekolah sekolah melalui program Police Go To School untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman bahaya bullying kepada pelajar” terang Kompol Ridwan Sahara

Tujuan yang ingin dicapai agar tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, ramah, dan bebas dari tindakan bullying, dimana hal ini tentunya berdampak pada proses belajar mengajar para siswa di sekolah agar dapat terlaksana dengan baik.

BACA JUGA :  Pemkot Gorontalo Kerahkan Alat Berat Bersihkan Jalan di Tenilo Pasca Banjir

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pelajar mampu mengidentifikasi tindakan bullying. Mereka juga harus bersedia melapor dan mencari bantuan jika ada atau menjadi korban bullying. Semua pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan masyarakat, perlu bersama-sama berupaya mencegah bullying,” tutupnya.

( */Rudy P)