Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
Daerah  

Perkuat Intervensi Gizi, TP Posyandu Gorontalo Sasar 24 Anak Stunting

GORONTALO UTARA, MEDGO.ID– Target penurunan kasus tengkes (stunting) dalam waktu satu hingga dua bulan menjadi salah satu sasaran intervensi Tim Penggerak Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Gorontalo di Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (9/9/2026)

Desa yang ditetapkan sebagai pilot project tersebut menjadi lokasi penguatan intervensi terpadu. Sebanyak 24 anak tengkes mendapat bantuan susu, sementara puluhan balita dan pelajar juga menerima dukungan kebutuhan gizi dan pendidikan.

Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan mengatakan, intervensi tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Posyandu sebagai salah satu ujung tombak dalam menangani persoalan kesehatan sekaligus kemiskinan di tingkat desa.

“Fokus bagaimana kita menurunkan stunting dan kemiskinan, karena anak-anak ini adalah generasi penerus kita,” ujar Nani.

Ia berharap intervensi yang dilakukan di Molingkapoto Selatan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat diukur. Dari 24 anak yang menjadi sasaran, penurunan jumlah kasus dalam satu hingga dua bulan ditargetkan menjadi salah satu indikator evaluasi pilot project.

Namun, Nani mengingatkan bahwa bantuan susu bukanlah satu-satunya instrumen untuk mengatasi stunting. Perubahan status gizi anak membutuhkan dukungan pemenuhan nutrisi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Lihat Juga  Keluarga Pahlawan Nani Wartabone Mengutuk Tindakan Intimidasi Kantor Pelestarian Kebudayaan dan TACB Gorontalo

“Bukan hanya susu ini yang untuk merubah anak dari stunting menjadi tidak stunting. Ini hanya sebagai pendukung dari sekian upaya untuk stunting, termasuk makanan dan minuman yang bergizi,” katanya.

Untuk memastikan persoalan di desa ditangani secara menyeluruh, TP Posyandu melibatkan enam pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Keterlibatan enam pengampu SPM tersebut menjadi bagian dari roadshow pembinaan Posyandu. Selain menyamakan program, kegiatan ini sekaligus digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di desa pilot project.

Temuan di lapangan selanjutnya akan ditindaklanjuti secara lintas sektor. Persoalan yang berkaitan dengan stunting tidak hanya dilihat dari sisi kesehatan, tetapi juga menyangkut infrastruktur, perlindungan sosial, pendidikan dan aspek pelayanan dasar lainnya.

Intervensi pun diperluas kepada kelompok sasaran lainnya. Sebanyak 99 balita memperoleh paket makanan dan minuman bergizi. Dukungan pendidikan diberikan kepada 10 siswa SMA dalam bentuk tas sekolah dan 14 siswa lainnya menerima bantuan seragam sekolah dari Dinas Pendidikan.

Lihat Juga  Jubir Gubernur, tidak ada urusan dengan Cagar budaya, Gubernur datangi Fadli Zon atas arahan Menteri Sosial.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan diisi dengan pemeriksaan kesehatan, pelayanan Posyandu dan pelayanan enam SPM yang melibatkan OPD Pemerintah Provinsi Gorontalo serta Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjana Hasan Yusuf turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran OPD dan kader Posyandu.

Melalui pola intervensi terpadu ini, Desa Molingkapoto Selatan diharapkan menjadi contoh pelaksanaan pembinaan Posyandu yang mampu menghubungkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan sosial dan pendidikan dalam satu gerakan untuk mempercepat penurunan stunting.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *