Berseteru Lagi ! Gubernur Anies Baswedan dan Luhut Panjaitan , Soal PTM

ilustrasi foto

Jakarta, MEDGO.ID  – Kembali lagi perseteruan, Luhut Binsar Panjaitan dengan Gubernur DKI Jakarta berpolemik, terkait pembelajaran tatap muka (PTM). Keduanya bersilang pendapat, bisa atau tidak itu dilakukan. Yang bingung pasti masyarakat.

Nah herannya, Nadiem Makarim tak menanggapi, justru Luhut yang merupakan Menko Kemaritiman dan Investasi ngotot, agar Anies setop  memberlakukan PTM.

Seperti yang diberitakan oleh detik.com, bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menolak usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta disetop selama sebulan gara-gara lonjakan COVID-19. Lalu bagaimana kebijakan terbaru PTM di Jakarta saat ini?

BACA JUGA :  Panitia Apresiasi Antusias Peserta Munas I Pemerhati Jurnalis Siber Tinggi

Pemprov DKI Jakarta memutuskan melanjutkan PTM dengan mengurangi kapasitas ruang kelas menjadi 50 persen. Kebijakan ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat terhadap wilayah yang berstatus PPKM level 2.

“Insyaallah DKI Jakarta menyesuaikan dengan Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022 tanggal 2 Februari 2022 terkait diskresi PTM terbatas pada PPKM level 2. Artinya, wilayah yang kondisinya PPKM level 2 melaksanakan PTM 50 persen dari rombongan belajar,” kata Kasubag Humas DKI Jakarta Taga Radjagah saat dihubungi, Kamis (3/2/2022)

Taga mengatakan Pemprov DKI bakal mengikuti aturan dari pusat. Menurutnya, PTM dengan kapasitas 50 persen akan berlaku di Jakarta mulai besok.

BACA JUGA :  Dibuka Dewan Pers, Munas I PJS Aklamasi Memilih Ketum Mahmud Marhaba

“Saya kira ini progres yang baik ya. Kalau DKI kan sekadar mengusulkan, intinya DKI sangat menyelaraskan kebijakan ini dengan kebijakan pemerintah pusat,” ucapnya.

Taga menyebut pihaknya tengah menyosialisasikan kebijakan sekolah tatap muka 50 persen. Dia mengatakan keputusan menjalankan PTM bergantung pada orang tua siswa masing-masing.

“Karena ada yang sebagian di rumah dan sebagian di sekolah. Dan menentukan siapa yang PTM siapa yang PJJ berdasarkan izin dari orang tua,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Anies mengusulkan ke Luhut untuk menyetop sekolah tatap muka di Jakarta selama sebulan karena kasus Corona di Jakarta melonjak. Anies meminta supaya pembelajaran dialihkan ke daring selama sebulan ke depan.

BACA JUGA :  Bahas Program Kerja, Rapimprov I Kadin Gorontalo Resmi Digelar

“Saya berkomunikasi dengan Pak Luhut Pandjaitan sebagai Ketua Satgas COVID Jawa-Bali menyampaikan usulan agar untuk Jakarta PTM atau pembelajaran tatap muka ditiadakan selama sebulan ke depan,” kata Anies kepada wartawan, Rabu (2/2).

Anies mengatakan ketentuan pembelajaran tatap muka selama ini diatur melalui SKB 4 Menteri yang merujuk pada Instruksi Inmendagri. Atas dasar itu, dia menyebut segala kebijakannya diatur oleh pemerintah pusat. (detik)