ASN Ditekankan Tidak Berbelanja di Operasi Pasar Murah

Kota Gorontalo, MEDGO.ID – Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri), Tomsi Tohir menekankan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berbelanja di Operasi Pasar Murah (OPM). Hal ini diungkapkannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, yang berlangsung secara virtual zoom meeting, pada Senin (25/3/2024).

“Dari beberapa pasar yang kami cek dan kami lakukan evaluasi, yang banyak belanja di sana itu justru ASN bukan masyarakat. Padahal OPM itu diadakan untuk masyarakat agar dapat meringankan beban mereka. Oleh karena itu, tolong OPM ini dilaksanakan dengan sebenar-benarnya,” tegas Tomsi.

Tomsi juga meminta kepada kepala-kepala daerah agar pelaksanaan OPM tidak hanya jadi acara seremonial belaka. Ia meminta agar kegiatan ini benar-benar dilaksanakan dengan mengumumkannya kepada masyarakat.

Kredit Mobil Gorontalo

“Banyak teman-teman kepala daerah yang hanya melaksanakan OPM secara seremonial. Pelaksanaan kegiatan hanya mengundang satu atau dua orang saja dari kelurahan kemudian setelah itu foto-foto, selanjutnya selesai, yang penting sudah ada dokumentasi,” ujarnya.

Di akhir, ia meminta agar kegiatan sejenis OPM, GPM, dan berbagai upaya konkret lainnya dapat terus dilaksanakan di masing-masing daerah. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus dilakukan secara terus menerus agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

BACA JUGA :  Wali Kota Gorontalo Ingatkan Pegawai untuk Tidak Menambah Libur Setelah Cuti Bersama

“OPM harus dilaksanakan secara terus menerus. Jangan dilaksanakan hanya untuk memenuhi laporan, namun harus terus dilakukan agar tujuannya dapat tercapai,” imbuhnya.

Diketahui, jajaran Pemprov Gorontalo yang menghadiri Rakor tersebut adalah Penjabat Gubernur Ismail Pakaya, Sekdaprov Sofian Ibrahim, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Handoyo Sugiharto, serta Kepala BULOG Gorontalo Munafri Syamsudin. Ada juga Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Risjon Sunge, Kadis Kominfotik Rifli Katili dan Kadis Pertanian Muljadi D Mario.