Antisipasi Serangan Hacker, BSSN Lakukan Asistensi Bentuk Tim CSIRT

BATANG, MEDGO.ID – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan asistensi pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (9/6/2021).

Asistensi dilakukan untuk membentuk tim penanggulangan dan pemulihan insiden siber secara mandiri atau tim tanggap darurat komputer, Computer Security Incident Response Team (CSIRT), untuk mengatasi serangan hacker.

“Kondisi yang terjadi saat ini, banyak sekali hacker yang menyerang sistem pemerintah. Akan tetapi, ternyata pemerintah belum siap untuk menanggulangi seluruhnya”, kata Agustinus Toad, Kepala Sub Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah II, BSSN, saat Asistensi pembentukan CSIRT di Ruang Analitik Diskominfo, Kabupaten Batang.

BACA JUGA :  Bupati Kendal: Target Pendapatan Asli Daerah Tahun 2022 Sebesar 565,639 Miliar

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan bahwa sangat perlu dilakukan koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah untuk penanganan siber di wilayah provinsi, kabupaten/kota bisa teratasi. Tim CSIRT lah nantinya yang melakukan monitoring, analisa, dan melihat sesuatu yang terjadi.

“Kegiatan kami, salah satunya adalah menangani serangan Hacker. Aktivitas dari hacker nanti kami pantau sedini mungkin sebelum merambah ke jaringan untuk mengambil dan mencuri data, tim CSIRT sudah antisipasi”, jelasnya.

BACA JUGA :  M. Iqbal: Gugatan Pra Peradilan Itu Lumrah

Untuk mempersiapkan tim CSIRT, lanjut Agustinus, selain SDM, BSSN juga perlu melihat infrastruktur jaringannya seperti apa, dan apa saja yang harus dilengkapi. Sehingga, celah-celah kerawanan hacker bisa diantisipasi sebelum masuk jaringan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Batang, Triossy Juniarto, mengutarakan pihaknya sangat mendukung dengan kehadiran BSSN yang akan membentuk CSIRT di Kabupaten Batang.

BACA JUGA :  Dr. DP Dinyatakan Sebagai Tersangka Tindak Kejahatan Terhadap Kesopanan

“Data pribadi dan di pemerintahan sangatlah penting, karena itu adalah sebuah privasi dan bersifat rahasia”, ungkap Triossy.

Harapannya, imbuh Triossy, dengan pembentukan CSIRT bisa menjaga dan mengantisipasi adanya insiden atau serangan siber yang dilakukan oleh hacker untuk mengganggu system informasi serta jaringan, transponder, infrastuktur dan pemerintah. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here