Alutsista Produksi Pindad Kunci Pertahanan Keamanan Industri Indonesia

Malang, MEDGO.ID — Belum lama ini, Presiden Joko Widodo mengunjungi fasilitas produksi dan penyimpanan PT Pindad (Persero) di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Presiden Jokowi hadir didampingi Ibu Negara, Iriana Widodo, serta Menteri Pertahanan Bapak Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Bapak Erick Thohir.

Dalam kunjungan ke fasilitas itu, Presiden beserta rombongan menjajal ketangguhan salah satu produk alutsista produksi PT Pindad, berupa kendaraan taktis ringan 4×4 yang diberi nama Maung.

Khusus kali ini, Menhan Prabowo secara langsung berada di belakang kemudi
kendaraan yang kecepatan aman 120 km/jam, transmisi manual 6 speed dan mampu menjangkau mempunyai jarak tempuh hingga 800 km serta dilengkapi braket senjata 7,62 mm, konsol senjata SS2-V4, GPS navigasi, tracker dan perlengkapan lainnya ini.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, menyebut Presiden Jokowi gembira dengan kunjungannya ke perusahaan BUMN alat pertahanan tersebut.

BACA JUGA :  KPK Tahan Dua Tersangka dalam TPK Penyaluran Bansos Beras di Kemensos

Menurut Abraham, Presiden berpesan untuk Pindad bisa terus berinovasi tak hanya mengembangkan alutsista untuk
kepentingan TNI, namun juga untuk kepentingan ekspor.

“Bapak Presiden menginstruksikan untuk kami di Pindad membuat rencana kerja dan target capaian produksi dan ekspor ke luar negeri. Karena menurut beliau, dan ini sesuai data internal yang kami miliki, potensi ekspor luar biasa. Produk-produk Pindad juga selama ini dikenal luas karena kualitasnya,” jelas Abraham.

BACA JUGA :  Indonesia butuh 600 Pasukan Khusus Kapal Selam

Sementara itu, pemerintah juga berencana memindahkan fasilitas utama PT Pindad yang selama ini berada di Bandung ke kawasan Subang Jawa Barat.

Hal ini menurut Presiden dikarenakan kurang layaknya lokasi Pindad di tengah kota Bandung dan butuh kawasan yang
lebih luas untuk pengembangan.

“Tapi yang jelas kita geser Pindad yang ada di Bandung untuk dipindahkan ke secara bertahap ke kawasan industri di Subang, yang dimiliki Kementerian BUMN, sehingga betul-betul memiliki sebuah lahan luas untuk pengembangan Pindad karena memiliki prospek yang baik,” ungkap Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya.

BACA JUGA :  KPK Tahan Dua Tersangka dalam TPK Penyaluran Bansos Beras di Kemensos

Lebih lanjut, Abraham Mose menegaskan bahwa pihak manajemen dan seluruh karyawan PT Pindad berkomitmen untuk mewujudkan target menjadikan Pindad tulang punggung sekaligus kunci industri pertahanan Indonesia. Hal ini menurutnya sesuai dengan arahan Menteri
Pertahanan Prabowo Subianto.

“Kami di Pindad, dari pucuk pimpinan sampai level terbawah, memegang komitmen kuat menjadi Pindad kunci utama industri pertahanan Indonesia,” tegas Abraham. (***)