Gorontalo, Medgo.ID– Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Salah satunya melalui audiensi antara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) UNG bersama Kepolisian Daerah Gorontalo pada Senin (11/5).
Audiensi tersebut dipimpin langsung Ketua Satgas PPKPT UNG, Laksmyn Kadir, dan diterima oleh Kapolda Gorontalo, Widodo.
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Dirreskrimum Kombes Pol. Teddy Rachesna, Kasubdit 4/PPA PPO Kompol. Mukhammad Hendrik Apriliyanto, serta Kasubdit 3/Jatanras Kompol. Guruh Bagus Eddy Suryana.
Ketua Satgas PPKPT UNG, Laksmyn Kadir, menjelaskan audiensi tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum, khususnya dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus.
“Audiensi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, termasuk perundungan maupun kekerasan seksual,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan yang diharapkan dari Polda Gorontalo adalah penguatan kapasitas Satgas PPKPT, terutama dalam aspek investigasi dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kampus yang lebih aman, inklusif, dan berpihak pada perlindungan seluruh sivitas akademika,” harapnya.
Sementara itu, Kapolda Gorontalo Widodo menyambut baik langkah kolaboratif yang dilakukan UNG melalui Satgas PPKPT.
Ia menegaskan Polda Gorontalo siap memberikan dukungan melalui pelatihan dan penguatan kapasitas anggota satgas agar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menangani kasus kekerasan.
“Polda Gorontalo akan membantu dan bekerja sama dengan Satgas PPKPT UNG dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan kampus, termasuk melalui pelatihan dan penguatan kapasitas tim,” jelasnya.
Kerja sama tersebut nantinya juga akan dituangkan dalam bentuk Letter of Acceptance (LoA) antara Polda Gorontalo dan UNG. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup bidang penelitian, tetapi juga penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.













