Monitoring Cegah Covid-19, Mendagri Tito Karnavian Vicon Bersama Pemkab Boalemo

Mendagri Tito Karnavian, saat melakukan video conference bersama pemkab Boalemo, untuk mengevaluasi penagnaganan Covid-19 (foto medgo.id/RH)

Boalemo, (MEDGO.ID) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menggelar Video Conference bersama pemerintah daerah Kabupaten Boalemo Bupati Darwis Moridu yang di wakili oleh Wakil Bupati Anas Jusuf di dampingi Asisten I Fadlina Podungge, dan OPD, yang berlangsung di ruang Vicon Kantor Bupati. Selasa (7/4).

Dalam  arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada pemerintah daerah dimana pentingnya memperkuat kapasitas sistem kesehatan dan ketersediaan sarana pra sarana untuk perang terhadap Covid-19 dan semua daerah telah siap.

Dan ada dua alat peraga yang penting di siapkan disetiap daerah adalah ketersediaan pangan sebab bila pangan kurang maka ini juga yang akan lebih menambah masalah dan juga perlu memperkuat keamanan serta memperketat penjagaan dan pengawasan terhadap masyarakat yang keluar dan masuk daerah serta memperkuat jejaring sosial.

BACA JUGA :  Positif Covid-19, Ternyata Gubernur Rusli Habibie Sudah Divaksin Lengkap

Sebab pemerintah telah mengeluarkan edaran pembatasan dalam skala besar, dan lain-lain, dimana telah terbentuk tiga tim antara lain :

1. Tim Inventarisasi kebutuhan kewilayahan terutama berhubungan alat-alat kesehatan termasuk APD, meningkatkan kekebalan tubuh, dan kesiapan pangan.
2. Tim Dilematis antara kesehatan publik dan menjaga stabilitas ekonomi dan jika kita mengutamakan kesehatan publik mungkin ekonomi akan di korbankan dan ketika ekonomi jatuh negara akan terpuruk dan begitu juga kesehatan sehingga tetap mengutamakan kesehatan dan menjaga stabilitas ekonomi.
3. Tim Perindustrian yang fokus memproduksi alat kesehatan dan lain-lain dimaksimalkan dimana mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu dibandingkan memenuhi kebutuhan luar negeri dan mengubah industri lainnya khususnya cepat di rubah.

BACA JUGA :  Akhirnya Pemkab Bonebol Tutup Tambang Ilegal Batu Hitam Galena

Jadi, otonomisasi di daerah memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi pemerintah daerah dimana separuh APBN masuk ke daerah dan daerah juga memiliki PAD, sehingga penanganan COVID-19 ini perlu kerja sama pemerintah pusat dan daerah, daerah di harapkan mengambil peran dalam rangka menjaga daerahnya masing-masing termasuk mencukupi ketersediaan sarana pra sarana kesehatan, memperkuat kapasitas sistem kesehatan masing-masing, mengantisipasi lenjakan skala besar, serta kesiapan pangan. (rh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here