JAKARTA,MEDGO.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo meraih Mandaya Award 2026 sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan setelah berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 12,16 persen pada Maret 2026. Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini diterima langsung Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie pada puncak penganugerahan di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar. Dalam kategori tersebut, Gorontalo bersanding dengan Lampung, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Gorontalo turun dari 12,62 persen pada September 2025 menjadi 12,16 persen pada Maret 2026. Penurunan 0,46 poin persentase itu setara dengan berkurangnya 5,16 ribu penduduk miskin. Pada periode yang sama, kemiskinan di perdesaan turun 0,62 poin persentase menjadi 19,24 persen, sedangkan di perkotaan turun 0,16 poin persentase menjadi 4,30 persen.
Capaian juga terlihat pada kemiskinan ekstrem. Sepanjang 2021–2025, persentasenya menurun dari 4,66 persen menjadi 2,13 persen, dengan jumlah penduduk terdampak berkurang sebanyak 29,45 ribu jiwa, dari 55,63 ribu menjadi 26,18 ribu jiwa.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan, keberhasilan tersebut didukung oleh kebijakan pengentasan kemiskinan yang berfokus pada program prioritas dan manfaat langsung bagi masyarakat, meskipun kapasitas fiskal daerah terbatas.
“Dalam kondisi keterbatasan kapasitas fiskal daerah, bersama Pak Gubernur, intervensi pengentasan kemiskinan kami arahkan pada program yang bersifat prioritas, terukur, berdampak langsung, serta memiliki daya ungkit bagi masyarakat,” kata Idah.
Ia menjelaskan, strategi pemerintah daerah mencakup penajaman sasaran penerima manfaat, optimalisasi anggaran, pemberdayaan ekonomi, peningkatan produktivitas, penguatan perlindungan sosial, akses terhadap hunian layak, stabilisasi harga, serta kolaborasi lintas sektor.
Pemprov Gorontalo juga mendukung pelaksanaan program nasional, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Tiga Juta Rumah, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sementara itu, Muhaimin Iskandar menyebut Mandaya Award sebagai simbol transformasi pendekatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, upaya pemerintah tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus diperkuat dengan pemberdayaan agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas capaian Gorontalo sekaligus dorongan untuk menjaga konsistensi program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. (Adv)













