KOTA GORONTALO,MEDGO.ID – Jalan Jhon Aryo Katili, Kota Gorontalo, berubah menjadi panggung budaya pada Sabtu (12/9/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 yang menampilkan kreativitas 47 tim dari organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Gorontalo, instansi vertikal, hingga kalangan swasta.
Antusiasme penonton terlihat sepanjang rute karnaval, mulai dari depan Gorontalo Post Convention Center (GPCC) hingga persimpangan Masjid Kecamatan Kota Utara. Deretan peserta tampil dengan balutan busana yang dihiasi sulaman karawo, sekaligus mengangkat kekayaan musik tradisional Gorontalo sebagai tema utama.
GKK 2026 diawali dengan penampilan tiga peserta eksebisi, yakni Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Internasional Society for Krishna Consiousness (ISKCON), dan Runners Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, karawo tidak lagi sekadar produk kerajinan tradisional, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Karawo merupakan aset budaya sekaligus sosiologis Gorontalo. Sekarang karawo sudah menjadi aset pariwisata dan ekonomi kreatif yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam sambutannya pada pembukaan GKK.
Gorontalo Karnaval Karawo tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-13. Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelarnya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Dekranasda Gorontalo dengan menghadirkan sejumlah inovasi untuk memperkuat daya tarik event tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berfokus pada karnaval, tetapi juga diperluas dengan sejumlah kegiatan pendukung.
“Perbaikan dari tahun ke tahun terus kami lakukan agar GKK ini semakin menarik. Tahun ini ada kegiatan mokarawo kolosal yang diikuti 500 pelajar, pertunjukan musik etnik, festival kuliner, serta pameran produk UMKM,” jelas Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe.
Menurut Sultan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keberlanjutan karawo sebagai warisan budaya sekaligus identitas masyarakat Gorontalo.
Di sisi lain, GKK juga diarahkan menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata. Perpaduan antara seni, budaya, fesyen, kuliner, musik, dan produk UMKM diharapkan mampu memperluas daya tarik Gorontalo sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Kehadiran wisatawan mancanegara turut menjadi indikator bahwa event budaya seperti GKK mulai mendapat perhatian dari wisatawan luar negeri.
“Alhamdulillah hari ini ada turis mancanegara dari Itali dan Perancis yang menyaksikan GKK. Mereka sebelumnya juga telah berkunjung ke destinasi wisata hiu paus,” pungkas Sultan.
GKK 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang parade kostum. Event tersebut memperlihatkan bagaimana karawo terus didorong untuk hadir dalam berbagai ruang kreatif, sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari geliat pariwisata daerah. (Adv)













