KOTA GORONTALO, MEDGO.ID — Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 mendapat pengakuan di tingkat nasional setelah ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya GKK dalam kalender event pariwisata nasional membuka peluang lebih besar bagi Gorontalo untuk memperluas promosi wisata budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 tentang Karisma Event Nusantara Tahun 2026.
Bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, masuknya GKK ke dalam KEN bukan sekadar pencapaian penyelenggaraan event. Status tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas karnaval, memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat citra Gorontalo sebagai salah satu destinasi wisata budaya di tingkat nasional.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai keberadaan GKK harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat, terutama perajin dan pelaku UMKM yang bergerak dalam ekosistem karawo.
“Gorontalo Karnaval Karawo bukan sekadar perhelatan budaya tahunan, melainkan wujud nyata upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan warga Gorontalo. Melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus kita kembangkan, saya berharap karnaval ini mampu membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku UMKM karawo, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga Gorontalo,” ujar Gusnar Ismail.
Gusnar sebelumnya menerima penghargaan Karisma Event Nusantara sebagai bagian dari pengakuan terhadap GKK 2026.
Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mulai menyiapkan pola penyelenggaraan yang lebih kolaboratif. Salah satu rencana yang didorong adalah melibatkan sektor swasta dalam pelaksanaan GKK pada masa mendatang.
Skema tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pengelolaan acara, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi inovasi, investasi, dan keberlanjutan event. Dengan keterlibatan dunia usaha, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan GKK diharapkan dapat berlangsung lebih panjang dan tidak berhenti pada momentum karnaval.
Pengakuan GKK sebagai bagian dari KEN 2026 juga diharapkan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Pemerintah daerah menargetkan event tersebut mampu menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang dan mengenal lebih dekat kekayaan budaya Gorontalo.
Di sisi lain, karnaval karawo diarahkan menjadi pengungkit bagi industri kreatif lokal. Para perajin dan desainer karawo diharapkan memperoleh pasar yang semakin luas, sementara produk berbasis budaya daerah dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dengan demikian, GKK tidak hanya ditempatkan sebagai agenda pertunjukan budaya, tetapi sebagai bagian dari rantai ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif—dari karya perajin, desain, promosi, kunjungan wisatawan hingga transaksi ekonomi masyarakat.
Masuknya GKK dalam KEN 2026 sekaligus menjadi tantangan bagi Gorontalo untuk memastikan event tersebut terus berkembang, memiliki daya tarik nasional, dan mampu menjaga karawo sebagai identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah. (Adv)













