Jangan Ada ‘Lagu Lama’ di Panah Wayer

Faisal Mohie

Bonebol,(MEDGO.ID)- Jajaran Komisi I DPRD Bone Bolango, yang menangani urusan hukum dan pemerintahan, terus mengingatkan bahwa terkait antisipasi atau pencegahan merebaknya aksi-aksi panah wayer di wilayah hukum di Kabupaten Bone Bolango.

Agar jangan selalu menuai alasan ketidakmampuan pencegahannya dari instansi terkait, hanya karena keterbatasan anggaran operasional. Untuk mereka melakukan operasi atau razia akan pencegahan panah wayer ini. Tak heran, hal itu menuai kekecewaan tersendiri bagi ketua Komisi I DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie. Dimana, menurutnya, keterbatasan anggaran operasional, hanya merupakan ‘lagu lama’ atau alasan klasik. Dalam artian, diharapkan oleh fraksi PPP di DPRD Bonebol ini, bahwa mestinya, karena kasus-kasus panah wayer ini, seakan tidak pernah habisnya, atau timbul tenggelam dalam waktu yang tidak bisa diduga kapan terjadinya kembali. Agar harus sesegera mungkin direspon oleh instansi terkait, untuk mengajukan kebutuhan anggaran yang memadai untuk biaya operasional pencegahan panah wayer yang dimaksudkan. Untuk nantinya, harus pula beroleh respon balik dari pihak eksekutif.

“Sehingga, jika alasannya kurang melakukan operasi atau razia untuk mencegah aksi-aksi kriminal seperti panah wayer ini, karena keterbatasan anggaran. Itu menurut saya, hanya merupakan ‘lagu lama’ saja,” tandas Faisal.

BACA JUGA :  Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Gubernur - Kapolda Gorontalo dan Forkopimda Cek Lokasi Karantina

Olehnya, dalam menyikapi aksi panah wayer yang tak kunjung berakhir ini, terlebih tidak sedikit melibatkan para pelaku-nya dari kalangan anak-anak dan remaja, jajaran Komisi I berharap, agar sudah saatnya tidak didukung dengan gerakan penindakannya yang tegas. Namun juga dukungan kebutuhan anggaran operasional bagi lintas instansi terkait di pemerintahan daerah, seperti dari Kesbangpol dan Satpol PP.

“Selain itu, dukungan yang tidak kalah pentingnya, kami (Komisi I) harapkan dari para tokoh agama, untuk melakukan tausiah atau pencerahan di kelompok-kelompok masyarakat. Serta peran aktif dan pengawasan yang lebih ketat lagi, dari para orang tua, akan aktivitas dan pergaulan dari anak mereka masing-masing,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Anggota Deprov Gorontalo AD, Dilaporkan Gubernur Rusli Habibie Terkait Tudingan Selewengkan Dana Hibah 53 M

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here