Celong Diterjang Banjir Lumpur, Diduga Dampak Pembangunan KIT

BATANG, MEDGO.ID – Dukuh Celong Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang Jawa Tengah, dilanda banjir disertai lumpur yang merendam sejumlah rumah warga dan menutup akses jalan menuju Pantai Celong.

Banjir yang disertai lumpur tersebut terjadi pada hari Sabtu 6 Februari 2021pukul 04.00 WIB dini hari. Telah merendam perabotan elektronik milik warga dan beberapa pintu rumah mengalami kerusakan karena derasnya air disertai lumpur.

Banjir diduga kuat, disebabkan oleh dampak pembangunan galian tanah Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

BACA JUGA :  Ganjar Inspeksi Pintu Penyekatan Pemudik Di Tegal

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Desa Kedawung, Akhmad Subekhi, Sabtu (6/2/2021).

“Untuk membersihkan lumpur yang menutup akses jalan dan juga membersihkan rumah, para warga melakukannya dengan cara gotong-royong”, kata Kades Kedawung.

Akhmad Subekhi juga menyampaikan bahwa banjir telah menyebabkan aktivitas warganya menjadi terganggu.
“Baru kali pertama ini dukuh kami dilanda banjir yang disertai lumpur karena sebelumnya belum pernah mengalami. Pengembang pembangunan KIT Batang harus melakukan tindakan pencegahan dan solusi jika kedepannya terjadi hujan deras seperti hari ini lagi”, papar Akhmad.

BACA JUGA :  Kendal Jadi Pilot Proyek Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Sementara itu, lanjut Akhmad, terkait dengan oerabotan elektronik yang rusak seperti televisi, kulkas, dan yang lainnya sudah dilakukan pendataan dan selanjutnya akan dimintakan ganti rugi kepada pengembang pembangunan KIT Batang.

BACA JUGA :  Jefri Sang Pianis Muda Kendal Raih Penghargaan Internasional America Book Of Records

Sementara, Bupati Batang Wihaji yang langsung datang ke lokasi bersama Kapolres Batang dan Dandim 0736 Batang, juga mengerahkan petugas Pemadam Kebakaran Batang untuk menyemprot lumpur yang menutup akses jalan agar mengalir ke saluran air.

“Tadi Wakil Bupati Suyono sudah menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang terdampak banjir”, pungkas Wihaji. (*).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here