GORONTALO,MEDGO.ID — Perang terhadap narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Lingkungan masyarakat hingga tingkat desa menjadi benteng awal yang menentukan apakah penyalahgunaan dan peredaran narkoba dapat dicegah sejak dini.
Pesan itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat menggelar Pelatihan Tim Relawan Anti Narkoba di Kantor Desa Ayuhulalo, Selasa (8/9).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah mendorong Desa Ayuhulalo menuju status Desa Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Masyarakat dan unsur terkait di desa dilibatkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun keberanian warga dalam mengambil peran menghadapi ancaman narkoba.
Ancaman tersebut dinilai tidak selalu datang secara terang-terangan. Lingkungan pergaulan dan perkembangan media sosial menjadi dua ruang yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi pintu masuk pengaruh penyalahgunaan narkoba.
Materi mengenai pencegahan narkoba disampaikan salah satunya oleh Lutfiani Labuga. Dalam penyuluhannya, masyarakat didorong untuk tidak menjadi penonton ketika berhadapan dengan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Semakin tinggi pengetahuan dan kepedulian warga, semakin besar pula peluang terbentuknya lingkungan yang mampu mendeteksi dan mencegah ancaman narkoba sejak awal.
Semangat tersebut kemudian dipertegas melalui semboyan “Cegah, Lawan, dan Laporkan”. Pesan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam mata rantai pencegahan, bukan sekadar penerima informasi.
Pelatihan juga menekankan bahwa seorang relawan membutuhkan tiga modal utama, yaitu niat, ilmu, dan aksi. Kepedulian menjadi dasar untuk bergerak, pengetahuan menjadi bekal menghadapi persoalan narkoba, sedangkan aksi diwujudkan melalui edukasi, sosialisasi, hingga pendampingan kepada masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UNG, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd., M.Si., mengatakan tim relawan yang dibentuk diharapkan mampu mengambil posisi strategis di tengah masyarakat.
“Keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga, khususnya dalam memberikan informasi dan membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran relawan dapat menjadi penguat gerakan pencegahan di tingkat desa. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga membangun komunikasi dan kesadaran warga agar lebih peka terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Mahasiswa KKN Tematik UNG berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Tim relawan yang terbentuk diharapkan mampu menjaga keberlanjutan edukasi dan pencegahan, sekaligus menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan Desa Ayuhulalo yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba. (Adv)













