Ribuan Aremania Turun Kejalan Tuntut Keadilan, Suarakan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Kota Malang, MEDGO.ID – Genap 40 hari berlalu pasca Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 korban jiwa dan Ratusan lebih korban luka-luka , ribuan Aremania dengan menggunakan atribut pakaian hitam turun ke jalan menyuarakan aksinya menuntut keadilan #UsutTuntas tragedi Kanjuruhan. Aksi dimulai sejak jam 12.00 Wib Aremania berjalan kaki dari Standion Gajayana menuju bundaran tugu atau balai kota Malang. Kamis (10/11/2022) siang.

Dengan mengenakan pakaian serba hitam, Aremania membawa spanduk serta foto-foto korban tragedi Kanjuruhan yang dibawa sanak saudara dan peserta aksi kali ini.

Disepanjang jalan doa-doa tak henti-hentinya dikumandangkan peserta aksi #UsutTuntas tragedi Kanjuruhan, tak pelak Aksi simpatik Aremania menuai banyak simpati dari masyarakat disepanjang perjalanan, jalanan bergetar di iringi doa dan isak tangis kerabat, kawan, serta sahabatnya yang telah menjadi korban insiden paling memilukan dalam tragedi Kanjuruhan kemarin.

BACA JUGA :  Bahas Program Kerja, Rapimprov I Kadin Gorontalo Resmi Digelar
Aksi Teatrikal Warnai Aksi Demo Aremania Tagar Usut Tuntas

Aksi dengan tagar #Usut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang di ikuti oleh ribuan Aremania hari ini berjalan dengan tertib dan teratur. Dalam aksi tersebut Aremania mengusung keranda hitam dengan membawa spanduk-spanduk tiga tuntutan rakyat (Tritura) dalam hal ini Tim Gabungan Aremania (TGA) beserta seluruh elemen masyarakat Malang menuntut keadilan,
1. Seret, Tangkap, dan Adili seluruh aktor dibalik tragedi Kanjuruhan 01/10/2022 dan seluruh eksekutor lapangan saat tragedi Kanjuruhan.
2. Jadikan tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran HAM berat bukan hanya sebagai pelanggaran HAM ringan.
3. Bayar segala kerugian yang diderita korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan 01/10/2022 melalui mekanisme kompensasi dan restitusi.

Tak hanya dari aremania dan warga Malang Raya, aksi ini juga dihadiri perwakilan Aremania dari Blitar dan beberapa kota lainya. Aremania Blitar hari ini juga hadir memberikan dukungan, dimana sebelumnya Aremania Blitar dan Paguyuban Balitara Nusantara melakukan aksi jalan kaki dari Blitar ke Malang untuk memberikan Doa, support dan dukungan Team Gabungan Aremania (TGA) di gedung KNPI kota malang yang menjadi posko TGA

BACA JUGA :  Panitia Apresiasi Antusias Peserta Munas I Pemerhati Jurnalis Siber Tinggi

Doni Indradi salah satu perwakilan dari kota Blitar menyampaikan kepada awak media
“Saya sudah tiba di Malang dari kemarin dengan jalan kaki dari Blitar ke Malang untuk menyuarakan aksi Usut tuntas.” Tutur doni

“Hari ini saya turut mewakili teman-teman dari Blitar yang tidak bisa hadir di Malang untuk turun mendukung aksi mengenang 40 hari korban tragedi Kanjuruhan” tegas doni

” Tragedi Kanjuruhan adalah Tragedi paling brutal dan memilukan sepanjang sejarah sepakbola di Indonesia dan Dunia, karena korbanya bukan hanya suporter tapi juga wanita dan anak-anak, oleh karena itu harus menjadi atensi pemerintah mengingat korban dalam tragedi Kanjuruhan ini telah merenggut ratusan korban jiwa dan ribuan orang terluka serta mengalami trauma psikis pasca kejadian tersebut.” Ujarnya

BACA JUGA :  UNG Jadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pertama Diluncurkan Buku Aldera

“Tragedi Kanjuruhan adalah pelanggaran HAM berat yang tidak boleh di sepelekan, ini kasus besar, jangan dikecilkan kasusnya, Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan demi keadilan” pungkas Doni

Kordinator aksi dari TGA Saiful menyatakan pengerahan massa merupakan peringatan bahwa penegakkan hukum harus tuntas dan transparan. “Ini adalah sebagai simbol protes dan perlawanan kami, dan lebih dari 10 ribu masa ikut hadir dari semua elemen masyarakat,” tegas Saiful. (Gustyo)