Pemkot Percepat Penyaluran BPNTD, Bantu Kebutuhan Pokok Masyarakat

Kota Gorontalo, MEDGO.ID — Musim kemarau yang terjadi saat ini turut berdampak pada ekonomi masyarakat kota gorontalo. terutama masyarakat tergolong kurang mampu sangat merasakan kondisi tersebut sehingga mempengaruhi daya beli kebutuhan mereka. tidak hanya tinggal diam, pemerintah kota gorontalo mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) bagi keluarga penerima manfaat.

“Untuk mengatasi supaya mereka bisa mempertahankan daya beli kebutuhan pokok yang sudah makin mahal dan langka karena musim kekeringan, maka kami menyegerakan penyaluran program BPNTD buat warga kurang mampu,” Kata Marten pada Launching program BPTND, Senin, 11/9/23.

Dihadapan para warga yang berhak menerima saat memadati halaman GOR Nani Wartabone, Marten mengungkapkan program tersebut paling lambat hari rabu, 12/9 harus sudah mulai disalurkan kepada 1.589 Keluarga Penerima Manfaat.

BACA JUGA :  PSU Dapil 6 Pohuwato-Boalemo: Gerindra Raih Suara Partai Terbanyak 

” Dinas terkait saya minta hari ini dilaunching, paling lambat besok sudah disalurkan”, ujarnya.

Tidak hanya menyalurkan bantuan BPNTD, Marten juga menyuplai masyarakat tidak mampu yang dengan bantuan cadangan pemerintah melalui bulog. pada periode pertama program ini sudah dikucurkan tiga bulan sebelumnya.

BACA JUGA :  PSU Dapil 6 Pohuwato-Boalemo: Gerindra Raih Suara Partai Terbanyak 

“Ini saya siapkan ada 6 ton yang akan disalurkan mulai besok juga, sekarang ini ada sementara berlangsung bantuan berupa cadangan pangan pemerintah melalui bulog itu sebesar 130 ton untuk kota Gorontalo di tahap kedua. tahap pertama sudah disalurkan untuk bulan Juni, Juli, Agustus, sekarang untuk September, Oktober, November, untuk 13.000 warga” jelas Marten.

demikian pula bagi pelaku UMKM, Marten menyiapkan anggaran pada APBD Kota Gorontalo untuk melindungi para pedagang kecil dan kelompok pengusaha mikro kecil menengah agar tetap hidup.

BACA JUGA :  PSU Dapil 6 Pohuwato-Boalemo: Gerindra Raih Suara Partai Terbanyak 

“ Bagi usaha-usaha mikro kecil dan menengah kita intervensi dengan program kelompok usaha bersama (KUBE), dimana setiap kelompok beranggotakan lima orang. mereka diberi bantuan kurang lebih 10 Juta perkelompok untuk menambah modal bagi para pedagang baik itu warung atau kios atau penjual makanan,” jelas Marten.

Hadirnya program-program ini diharapkan Marten dapat menolong serta bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk BPNTD, Marten meminta agar masyarakat tidak menggunakannya untuk hal-hal yang menyimpang dan merugi.