Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
Daerah  

Gorontalo Fokus Percepat Lima Program Prioritas Nasional, Termasuk Makan Bergizi Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan

Kota Gorontalo, MEDGO.ID — Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pelaksanaan lima program prioritas nasional. Hal ini disampaikan oleh Sofian, pejabat Pemerintah Provinsi, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyerapan Anggaran APBN dan APBD Triwulan I yang digelar di Hotel Aston Gorontalo, Senin (23/06). Rapat tersebut diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.

Dalam pemaparannya, Sofian menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis menargetkan 279.140 siswa di seluruh jenjang pendidikan. Saat ini, enam unit Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah terbentuk dan melayani 15.567 siswa dari 88 sekolah. Ke depan, Provinsi Gorontalo menargetkan pembentukan 23 unit SPPG untuk menjangkau 80.500 siswa.

“Dari hasil koordinasi nasional, tercatat ada usulan 19 unit tambahan SPPG dari berbagai daerah. Namun hingga kini, baru Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang resmi mengusulkan ke Badan Gizi Nasional,” ujar Sofian.

Kemajuan juga tercatat dalam pelaksanaan Program Operasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di mana seluruh musyawarah desa dan kelurahan telah rampung 100 persen. Hingga 22 Juni 2025, sebanyak 72 persen koperasi desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo telah berbadan hukum, dengan target penyelesaian sisanya hingga akhir bulan ini.

Lihat Juga  Bukber Bersama KAHMI, Gusnar Ismail Dorong Konsolidasi Pemikiran untuk Gorontalo

Rinciannya, Kabupaten Gorontalo menjadi penyumbang terbanyak legalisasi koperasi, yakni 169 dari total 205 koperasi. Disusul Bone Bolango (99 dari 165), Gorontalo Utara (85 dari 123), Pohuwato (80 dari 108), Boalemo (55 dari 100), dan Kota Gorontalo (35 dari 50).

Namun untuk Program Sekolah Rakyat, Sofian mengakui masih ada kendala administratif, terutama pada pemenuhan syarat luas lahan yang ditetapkan Kementerian Sosial. Saat ini, baru Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bone Bolango yang mengusulkan lokasi, tetapi seluruhnya belum memenuhi standar minimum.

Di sektor kesehatan, Gorontalo mencatatkan capaian tinggi dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Dari target 157.422 warga, sudah 153.071 orang menjalani pemeriksaan, atau sekitar 97 persen. Capaian ini menempatkan Gorontalo di peringkat ketiga nasional, setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Temuan penting dari pemeriksaan meliputi 35,8 persen warga mengalami obesitas, 19,9 persen hipertensi, dan 16,1 persen merupakan perokok aktif. Selain itu, dari 2.712 orang yang diperiksa, ditemukan 14 kasus reaktif HIV, serta indikasi penyakit seperti kanker, TBC, dan gangguan kesehatan pada lansia, balita, serta bayi baru lahir.

Lihat Juga  Wakil Bupati Pohuwato Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an: Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup Sehari-Hari

Dalam upaya mendukung pengembangan pendidikan unggulan, Pemerintah Kabupaten Boalemo juga telah mengusulkan pembangunan Sekolah Unggul Garuda di atas lahan seluas 16,9 hektare. Gubernur Gorontalo telah menandatangani surat komitmen penyediaan lahan, dan saat ini proses administrasi sedang berjalan. Sekolah ini dirancang menjadi pendamping SMA Cendekia sebagai pusat pendidikan unggulan di wilayah ini.

Mengakhiri rapat, Sofian menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mempercepat realisasi lima program prioritas nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *