Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan, Fasilitas Nelayan Mulai Beroperasi

Kota Gorontalo, Medgo.ID — Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, mengapresiasi hasil pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan saat melakukan kunjungan kerja di Kota Gorontalo, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut telah memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekda Provinsi Sofian Ibrahim, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain. KNMP Leato Selatan merupakan salah satu lokasi pembangunan tahap pertama program nasional tahun 2025 yang kini telah selesai sepenuhnya.

Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan bahwa Gorontalo menjadi daerah pertama di kawasan Indonesia Timur yang dikunjungi Menteri KKP dalam rangka pemantauan nasional pembangunan KNMP. Dalam peninjauan itu, Menteri melihat langsung kondisi bangunan utama, fasilitas penunjang, hingga dermaga yang digunakan masyarakat nelayan.

Lihat Juga  Anggaran Desa Turun Akibat Kebijakan Baru, Bupati: Ruang Gerak Terbatas tapi Komitmen Tetap Jalan

Menurut Gusnar, Menteri Trenggono menilai kualitas pembangunan KNMP Leato Selatan sudah sangat baik dan dapat disejajarkan dengan proyek serupa di daerah lain. Meski demikian, terdapat catatan terkait jarak antara dermaga dan pusat kawasan KNMP yang mencapai sekitar dua kilometer sehingga perlu solusi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan nelayan.

Keberadaan KNMP Leato Selatan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir. Fasilitas seperti pabrik es, area pendaratan ikan, hingga sarana pelabuhan dinilai membantu aktivitas nelayan menjadi lebih mudah dan efisien. Program ini juga dianggap mendukung pengembangan sektor agromaritim di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu, menjelaskan bahwa pembangunan kawasan telah selesai sejak akhir Desember 2025. Saat ini sejumlah fasilitas usaha mulai beroperasi, termasuk pabrik es portabel yang mampu memproduksi hingga 600 balok es setiap bulan.

Lihat Juga  Tingginya Kasus Kekerasan, DP3AP2B Pohuwato Perkuat Penanganan Melalui Pelatihan Manajemen Kasus

Selain pabrik es, beberapa fasilitas lain juga mulai dimanfaatkan masyarakat, seperti kios pembekalan nelayan, kios kuliner, bengkel nelayan, serta cold storage untuk penyimpanan hasil tangkapan ikan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di kawasan pesisir Leato Selatan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *