Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
Berita  

Inklusi Keuangan Gorontalo Tembus 95 Persen, Gusnar Ingatkan Pentingnya Literasi Masyarakat

KOTA GORONTALO,MEDGO.ID – Tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai dalam mengelola produk dan fasilitas keuangan. Kondisi ini menjadi perhatian Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang mendorong penguatan literasi keuangan agar masyarakat lebih cermat dalam memanfaatkan berbagai layanan perbankan maupun pembiayaan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan Provinsi Gorontalo telah mencapai lebih dari 95 persen. Angka tersebut berada di atas capaian nasional yang tercatat sebesar 93 persen.

Namun, tingkat literasi keuangan Gorontalo masih berada pada angka 65 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 69 persen. Perbedaan capaian ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat sudah memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami cara penggunaan, manfaat, serta risiko dari produk yang dimanfaatkan.

Persoalan tersebut disampaikan Gusnar saat menghadiri puncak Financial Expo (FinExpo) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di halaman Citimall Gorontalo, Sabtu malam (31/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Gusnar secara khusus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memanfaatkan layanan keuangan digital, terutama pinjaman online. Menurutnya, kemudahan proses pengajuan dan pencairan dana tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan persyaratan maupun kewajiban yang harus dipenuhi.

Lihat Juga  Menteri PPPA: Suara Anak Harus Jadi Pertimbangan dalam Kebijakan Pembangunan

“Ketika masyarakat ditawari pinjaman online dengan berbagai kemudahan, terkadang mereka tidak terlebih dahulu memahami persyaratan dan kewajibannya. Pada akhirnya, justru bisa menempatkan mereka pada posisi yang sulit,” ujar Gusnar.

Ia menilai, pemahaman terhadap hak, kewajiban, dan risiko menjadi hal mendasar sebelum seseorang memutuskan menggunakan produk jasa keuangan. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Selain mengingatkan masyarakat mengenai risiko pinjaman digital, Gubernur juga meminta lembaga jasa keuangan memperluas perhatian terhadap kelompok usaha produktif yang masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan.

Petani menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus. Gusnar berharap lembaga perbankan dan penyedia jasa keuangan dapat lebih aktif memberikan edukasi sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha pertanian.

Menurutnya, pemahaman mengenai berbagai fasilitas pembiayaan akan membantu masyarakat memanfaatkan layanan perbankan untuk mendukung kegiatan ekonomi, bukan justru menimbulkan beban keuangan akibat keputusan yang kurang tepat.

Sementara itu, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Gorontalo telah diisi dengan berbagai kegiatan edukasi dan perluasan akses layanan keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan mencatat telah melaksanakan 38 kegiatan literasi yang menjangkau sebanyak 5.681 peserta.

Lihat Juga  Sambut Kedatangan Menteri PPPA, Gorontalo Gelar Prosesi Adat Mopotilolo

Rangkaian kegiatan tersebut juga menghasilkan 363 pembukaan kredit atau pembiayaan baru serta 187 ribu pembukaan rekening tabungan.

Capaian tersebut menunjukkan upaya memperluas akses keuangan terus berjalan. Namun, peningkatan pemahaman masyarakat tetap menjadi pekerjaan penting agar semakin luasnya akses layanan keuangan dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum Bulan Inklusi Keuangan 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap masyarakat tidak hanya semakin mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelolanya secara bertanggung jawab, produktif, dan sesuai kebutuhan.  (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *