KABUPATEN GORONTALO, MEDGO.ID– Nuansa adat dan budaya Gorontalo mewarnai kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, di Bandar Udara Djalaluddin Tantu, Selasa (3/11/2026).
Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar prosesi adat Mopotilolo sebagai bentuk penghormatan kepada Menteri PPPA yang melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut. Arifatul tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia sekitar pukul 09.00 WITA dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama sejumlah pejabat daerah.
Tradisi Mopotilolo merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan untuk menyambut pejabat tinggi negara saat pertama kali berkunjung ke daerah. Prosesi ini tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan, tetapi juga mencerminkan penghormatan serta penerimaan masyarakat terhadap tamu kehormatan.
Suasana penyambutan berlangsung khidmat dengan diawali tabuhan genderang adat yang mengiringi Tari Longgo. Tarian perang khas Gorontalo tersebut menggambarkan keberanian, kehormatan, dan kesiapan masyarakat dalam menerima kedatangan tamu penting.
Rangkaian adat kemudian dilanjutkan dengan persembahan makanan dan minuman tradisional kepada Menteri PPPA. Dalam kesempatan itu, para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa turut menyampaikan petuah adat yang mengandung pesan dan nilai-nilai luhur budaya Gorontalo.
Prosesi Mopotilolo ditutup dengan pembacaan doa bersama sebagai ungkapan restu masyarakat. Melalui doa tersebut, diharapkan Menteri PPPA beserta rombongan senantiasa memperoleh kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh agenda selama berada di Provinsi Gorontalo.
Penyambutan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Gorontalo Thomas Mopili, Kepala Dinas PPA-PMD dr. Yana Yanti Suleman, serta sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo.
Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi ke Gorontalo dijadwalkan untuk menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu tingkat Provinsi Gorontalo. Rakorda tersebut mengangkat tema “Penguatan Sinergi dan Evaluasi Penyelenggaraan Posyandu dalam Optimalisasi Implementasi Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal di Provinsi Gorontalo”.
Melalui agenda tersebut, diharapkan koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung optimalisasi penyelenggaraan Posyandu serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (Adv)













