Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
Berita  

“Cegah Stunting Tak Cukup dari Piring, Dikbud Gorontalo Bidik Karakter Remaja”

GORONTALO,MEDGO.ID — Pencegahan stunting di Gorontalo tidak hanya diarahkan pada pemenuhan gizi, tetapi juga dimulai dari pembentukan karakter dan perilaku remaja. Hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo dalam rangkaian Aksi Bersama Remaja Berkarakter, Gorontalo Bebas Stunting (Tengkes).

Memasuki hari ketiga, Rabu (9/9/2026), aksi tersebut menyambangi Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Molingkapoto Selatan dan SMA Negeri 5 Gorontalo Utara, dengan sasaran utama penguatan pemahaman remaja mengenai karakter, kesehatan reproduksi dan pergaulan sehat.

Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Ir. Nani Ismail Mokodongan, M.M., secara khusus mengingatkan para siswa agar tidak mengabaikan pentingnya menjaga diri dan lingkungan pergaulan.

“Bukalah mata, bukalah telinga. Kalian adalah generasi penerus, sehingga harus menjaga diri dan pergaulan. Saya juga bertanggung jawab untuk ikut menjaga generasi penerus bangsa,” ujar Nani di hadapan para siswa.

Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada remaja untuk membangun kesadaran sejak dini. Mereka didorong memahami kesehatan reproduksi, menghindari perilaku seksual berisiko, serta mampu mengambil keputusan yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat Juga  Wagub Idah Apresiasi Kehadiran Wamen P2MI, Dzulfikar Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Eksistensi

Bagi Dikbud Provinsi Gorontalo, lingkungan pendidikan memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Pendampingan kepada peserta didik menjadi salah satu cara untuk memastikan isu pembentukan karakter dan kesehatan remaja tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat membentuk sikap dan perilaku.

Selain persoalan pergaulan, penggunaan teknologi juga menjadi perhatian. Para siswa diajak memanfaatkan gawai untuk aktivitas yang produktif, seperti belajar, mengembangkan kreativitas dan memperluas pengetahuan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan remaja menyaring konten dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dinilai penting. Gawai diharapkan menjadi alat untuk membuka peluang dan meningkatkan kapasitas diri, bukan sarana yang membawa mereka pada perilaku yang dapat merusak masa depan.

Aksi Bersama ini sekaligus memperlihatkan bahwa pencegahan tengkes membutuhkan pendekatan yang dilakukan sejak hulu. Menyiapkan remaja yang sehat, berkarakter dan mampu menjaga dirinya menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi Gorontalo.

Lihat Juga  Cegah, Lawan, Laporkan: KKN UNG Perkuat Benteng Desa Ayuhulalo dari Ancaman Narkoba

Kolaborasi TP Posyandu dan Dikbud Provinsi Gorontalo pun diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendampingan remaja. Dengan edukasi yang dilakukan sejak dini, generasi muda diharapkan tumbuh dengan jati diri yang kuat, sehat secara fisik dan sosial, serta siap menjadi penerus bangsa. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *