Gorontalo, Medgo.ID — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan komitmennya dalam melestarikan bahasa daerah. Hal itu ia sampaikan saat menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di Hotel Aston Gorontalo.
Idah mengajak generasi muda, khususnya pelajar SD dan SMP, untuk bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun di media sosial.
Menurut Idah, bahasa daerah merupakan identitas dan jati diri bangsa yang tidak boleh hilang tergerus modernisasi. Saat ini, banyak bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah, sehingga perlunya gerakan pelestarian sejak dini.
“Bahasa daerah adalah kebanggaan kita. Jangan sampai anak cucu kita tidak lagi mengenal bahasa Gorontalo, Suwawa, atau Atinggola,” ujar Idah.
Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti puluhan siswa dari berbagai kabupaten/kota. Para peserta tidak hanya diuji kemahiran berbahasa Gorontalo, tetapi juga menampilkan kekayaan bahasa Suwawa dan Atinggola melalui lomba pidato, menulis cerpen, dan komedi tunggal.
Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri telah mewajibkan penggunaan bahasa Gorontalo setiap hari Jumat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk pelestarian. Ke depan, kebijakan ini akan diperkuat melalui peraturan bupati dan wali kota.
Idah berharap, melalui lomba seperti ini, generasi muda Gorontalo semakin cinta budaya lokal dan mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional.(Adv)
