Oleh: Imran Husain*
SATU tahun kepemimpinan Gubernur Dr Gusnar Ismail, MM dan Wakil Gubernur Dra Idah Syahidah, MH di Provinsi Gorontalo mulai menunjukkan arah pembangunan yang semakin terukur. Ukurannya bukan lagi sekadar narasi kebijakan, tetapi data yang bisa dibaca publik dan dirasakan dampaknya.
Penurunan angka kemiskinan menjadi indikator paling nyata. Berdasarkan data terbaru statistik, jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat 155,76 ribu orang atau 12,62 persen. Angka ini turun dibanding Maret 2025 yang mencapai 162,74 ribu orang. Penurunan tersebut menegaskan bahwa program pembangunan tidak berhenti di tahap perencanaan, tetapi mulai memberikan dampak sosial yang konkret.
Dalam satu tahun, fokus pembangunan diarahkan pada lima sektor utama: peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan agromaritim, pemberdayaan UMKM, pengembangan pariwisata, dan percepatan infrastruktur. Pendekatan ini memperlihatkan strategi yang menyeluruh—menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.
Di sektor produksi, hilirisasi pertanian dan peternakan mulai didorong untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Pada saat yang sama, pemberdayaan UMKM berbasis digital dan pengembangan pariwisata diarahkan sebagai mesin pertumbuhan baru. Infrastruktur menjadi penopang, sementara investasi pendidikan diposisikan sebagai jaminan jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Arah kebijakan ini juga diperkuat dukungan nasional. Kepercayaan Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan industri peternakan terintegrasi menempatkan Gorontalo dalam peta strategis pembangunan ekonomi berbasis sektor riil.
Di sisi lain, percepatan pembangunan daerah terlihat dari meningkatnya perhatian pemerintah pusat. Dalam satu tahun terakhir, sekitar 14 menteri telah berkunjung ke Gorontalo. Kehadiran mereka mencerminkan meningkatnya koordinasi pusat–daerah sekaligus mempercepat implementasi berbagai program pembangunan.
Setahun tentu belum cukup untuk menilai seluruh hasil pembangunan. Namun kombinasi antara data kemiskinan yang menurun, program yang terstruktur, dan fokus pada pembangunan manusia memberi satu kesimpulan awal: fondasi arah pembangunan telah diletakkan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar hasilnya semakin luas dirasakan masyarakat, dan tentunya berkelanjutan[]
*)Jurnalis Medgo.ID













