Kab. Gorontalo, MEDGO.ID – Upaya peningkatan kualitas gizi anak dan kelompok rentan di Kabupaten Gorontalo semakin nyata dengan hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), program ini telah menjangkau 21 ribu penerima manfaat, mencakup siswa dari jenjang TK hingga SMA, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Pelaksanaan program tersebut menjadi perhatian langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang bersama Forkopimda melakukan peninjauan ke sejumlah titik pelaksanaan MBG. Salah satunya adalah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Hutuo, Kecamatan Limboto, pada Kamis (31/07).
“Saya bersama Forkopimda sudah meninjau pelaksanaan program MBG di sekolah dan dapur. Alhamdulillah bagus, sesuai standar yang dikeluarkan BGN. Kami meminta supaya terus dipertahankan karena ini mencakup gizi bagi anak-anak kita,” tutur Gubernur Gusnar.
Selain melihat langsung proses pengolahan makanan di dapur, rombongan juga memantau distribusi makanan di SDN 5 Hutuo yang melayani 280 siswa, serta di SMK Negeri 1 Limboto dengan 1.007 penerima.
SPPG Hutuo menjadi salah satu dapur aktif yang melayani kebutuhan gizi di 17 sekolah. Terdiri dari empat TK, 10 SD, dua SMP, dan satu SMK, dapur ini mencatat jumlah penerima manfaat sebanyak 3.120 orang.
Sementara itu, berdasarkan data keseluruhan BGN, jumlah penerima manfaat MBG di Provinsi Gorontalo yang telah terdaftar mencapai 352.188 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.190 orang telah menerima manfaat. Adapun dapur aktif yang saat ini melayani MBG di Gorontalo berjumlah sembilan, tersebar di empat wilayah kabupaten/kota.
Koordinator SPPG Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur dapur masih terus berlangsung. “Di Gorontalo dibutuhkan 118 SPPG. Dalam portal Mitra BGN sudah ada 98 calon dapur. Dalam proses pengusulan pembangunan baru sebanyak 37 dapur, proses persiapan 36 dapur, verifikasi empat dapur, survei lapangan tujuh dapur, dan siap operasional ada lima dapur,” ujarnya.
Program MBG menjadi salah satu instrumen penting Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat, serta bagian dari upaya penanggulangan stunting secara menyeluruh. (Adv)
