Indeks
Religi  

Maulid di UNG: Keteladanan Rasulullah Berpadu dengan Tradisi Walimah Gorontalo

GORONTALO,MEDGO.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Tradisi walimah khas Gorontalo dengan tolangga yang dihias dan dipenuhi aneka sajian turut mewarnai perayaan yang berlangsung di Masjid Sabilurrasyad UNG, Rabu (9/9).

Tradisi tersebut menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang dibangun civitas akademika UNG dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tolangga yang ditampilkan merupakan hasil sumbangan dari berbagai unit kerja di lingkungan universitas.

Momentum Maulid juga dimanfaatkan UNG untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Selain jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren yang ada di Gorontalo.

Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengatakan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan tersebut seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. Dengan rasa cinta tersebut, kita dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, baik perilakunya maupun amalan dan ibadahnya,” ungkap Eduart.

Eduart menambahkan, peringatan Maulid merupakan agenda rutin yang dilaksanakan UNG sebagai bagian dari pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan tersebut, civitas akademika diajak kembali mengingat sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan.

“Melalui momentum ini, kita berharap keimanan dan ketakwaan civitas akademika UNG semakin meningkat. Kita juga kembali mengingat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.

Di sisi lain, kehadiran tolangga dalam peringatan Maulid menunjukkan kuatnya keterkaitan antara nilai keagamaan dan kearifan lokal Gorontalo. Tradisi walimah yang diwariskan masyarakat tetap mendapat ruang di lingkungan akademik, sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat budaya daerah.

Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut juga memperkuat pesan kebersamaan. Civitas akademika, mahasiswa, anak-anak panti asuhan dan santri pondok pesantren bertemu dalam satu momentum yang sarat nilai spiritual dan kepedulian sosial.

Dengan demikian, Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di UNG menjadi lebih dari sekadar peringatan kelahiran Rasulullah. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan menjaga tradisi Gorontalo tetap hidup di tengah lingkungan kampus. (Adv)

Exit mobile version