Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

UNG Siapkan Fondasi Tata Kelola Hadapi Transformasi PTN-BH

GORONTALO, MEDGO.ID– Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mematangkan persiapan menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat pemahaman tata kelola melalui pembelajaran langsung dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menjalani transformasi tersebut.

Langkah itu ditandai dengan kunjungan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas ke UNG, Jumat (19/9).

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai bagaimana perguruan tinggi menjalankan tata kelola setelah berstatus PTN-BH. Jajaran pimpinan universitas, fakultas, dan lembaga di lingkungan UNG turut mengikuti pembahasan tersebut.

Bagi UNG, pengalaman Unhas dinilai relevan untuk memperkaya pemahaman internal, khususnya terkait peran dan hubungan antarunsur dalam struktur tata kelola PTN-BH.

Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengatakan penguatan pemahaman tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan institusi.

“Penguatan pemahaman ini menjadi bagian dari ikhtiar UNG dalam mempersiapkan diri menuju PTN-BH. Dengan hadirnya Rektor dan Pimpinan Majelis Wali Amanat Unhas, kami berharap pemahaman civitas akademika mengenai tata kelola universitas sebagai PTN-BH semakin kuat,” ujar Eduart.

Lihat Juga  Wagub Idah Minta Bakti Sosial Dokter Sasar Komunitas yang Belum Tersentuh Layanan Kesehatan

Menurutnya, kesiapan menuju PTN-BH perlu dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya aspek kelembagaan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang nantinya akan menjalankan sistem tata kelola tersebut.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., melihat pertemuan dengan UNG sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.

“Semangatnya kami bawa adalah bagaimana Unhas dan UNG bisa tumbuh bersama sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Jamaluddin turut berbagi pengalaman Unhas dalam mengelola perguruan tinggi berbadan hukum. Salah satu aspek yang ditekankan adalah pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas, dan pimpinan universitas.

Ketiga unsur tersebut memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing dalam tata kelola perguruan tinggi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur dapat menjalankan perannya secara efektif.

Lihat Juga  Wagub Idah Minta Bakti Sosial Dokter Sasar Komunitas yang Belum Tersentuh Layanan Kesehatan

Pengalaman Unhas tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi UNG dalam melihat tantangan sekaligus kebutuhan yang harus dipersiapkan menuju PTN-BH.

Selain memperkuat pemahaman tata kelola, UNG juga perlu memastikan kesiapan kapasitas sumber daya manusia dan sistem kelembagaan. Dengan fondasi tersebut, proses transformasi diharapkan dapat berjalan dengan pemahaman yang sama di seluruh lingkungan kampus.

Pertukaran pengalaman antara UNG dan Unhas sekaligus memperkuat hubungan kedua perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *