Gorontalo, Medgo.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas akademik dengan mengukuhkan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium UNG, Selasa (3/2), menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi tersebut sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia.
Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif atas kenaikan jabatan akademik, melainkan wujud pengakuan terhadap dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata para akademisi dalam pengembangan riset dan pendidikan. Bertambahnya lima guru besar sekaligus memperkuat fondasi intelektual UNG dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Adapun lima akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar berasal dari bidang ilmu yang beragam. Mereka adalah Prof. Dr. Asna Ntelu, M.Hum., dengan kepakaran analisis wacana budaya; Prof. Dr. Suleman Bouti, M.Hum., dengan kepakaran sociolinguistics orthography; Prof. Dr. Dakia N. Djou, M.Hum., dengan kepakaran linguistik; Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU, ASEAN Eng., dengan kepakaran geografi elektrifikasi; serta Prof. Dr. Frida Maryati Yusuf, M.Pd., dengan kepakaran belajar dan pembelajaran.
Keberagaman disiplin ilmu tersebut mencerminkan luasnya spektrum pengembangan akademik di UNG, mulai dari humaniora hingga teknologi terapan. Hal ini dinilai menjadi modal strategis dalam mendorong inovasi, kolaborasi lintas bidang, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian para dosen yang berhasil meraih jabatan akademik tertinggi tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian guru besar tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga prestasi institusi yang patut disyukuri bersama.
“Menjadi guru besar berarti telah mencapai level tertinggi dalam pencapaian ilmu. Pada tahap ini, seorang akademisi diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang keilmuannya, tetapi juga mampu menjadi teladan, gemar berbagi ilmu, serta memiliki dedikasi yang lebih besar dalam mengabdi kepada bangsa dan masyarakat,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa guru besar memikul tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Selain aktif dalam pengembangan riset, mereka diharapkan menjadi role model bagi sivitas akademika serta mampu membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berintegritas.
Menurutnya, konsistensi dan semangat kelima guru besar baru dalam meniti jenjang akademik hingga mencapai puncak karier patut menjadi inspirasi bagi generasi dosen dan peneliti muda. Proses panjang yang dilalui menunjukkan bahwa dedikasi dan kerja keras akan membuahkan hasil yang berdampak luas bagi institusi maupun masyarakat.
Dengan bertambahnya jumlah guru besar, UNG optimistis dapat meningkatkan daya saing di tengah dinamika dan persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif. Keberadaan para profesor menjadi aset strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, serta meningkatkan kontribusi pengabdian kepada masyarakat.
Momentum pengukuhan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui penelitian dan inovasi. UNG pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya akademisi unggul yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Dengan semangat kolaborasi dan integritas akademik, UNG berharap kehadiran lima guru besar baru ini akan membawa energi positif dalam memperkuat reputasi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan berdaya saing.(*)
